Subang, UPI

Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang Kelompok 10 menggelar program “Penyuluhan Gerakan Tani Asri” di Dusun 2, Desa Kawungluwuk, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan yang berpusat di Balai Musyawarah dan area pemakaman Kampung Sindangheula ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri atas perangkat desa, ketua RW, ketua RT, tokoh masyarakat, serta puluhan petani setempat. Agenda ini dirancang untuk menjawab tantangan masih terbatasnya akses informasi, pengetahuan, dan pendampingan pengelolaan usaha tani di tingkat desa.

Ketua Kelompok 10 P2MB UPI Kampus Sumedang menyampaikan bahwa para petani menjadi sasaran utama dalam kegiatan ini karena peran sentral mereka dalam mengelola potensi pangan lokal.

“Kurangnya pengetahuan tentang pengembangan hasil pertanian sering kali menjadi kendala petani dalam mengubah sektor ini menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan. Melalui penyuluhan ini, kami berharap dapat menjembatani ruang berbagi pengetahuan agar masyarakat makin menyadari pentingnya tata kelola pertanian yang lebih optimal,” ujar perwakilan mahasiswa P2MB UPI Kampus Sumedang, Minggu (25/10/2026).

Rangkaian acara diawali dengan peresmian di Balai Musyawarah Kampung Sindangheula, dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dan sharing session bersama Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jaya Tani 2 Dusun 2, Desa Kawungluwuk.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Gapoktan Jaya Tani 2 menekankan pentingnya sinergi dan peningkatan keterampilan teknis bagi para petani desa.

“Sektor pertanian di Desa Kawungluwuk memiliki potensi besar. Namun, tanpa pendampingan dan wawasan baru mengenai pengelolaan Tani Asri, potensi tersebut sulit berkembang maksimal. Sesi diskusi seperti ini sangat penting agar para petani mendapatkan solusi atas kendala harian yang mereka hadapi di lapangan,” ungkap Ketua Gapoktan Jaya Tani 2.

Usai sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan aksi nyata penanaman 31 bibit buah manggis di area pemakaman Kampung Sindangheula. Penanaman ini ditujukan sebagai langkah konservasi lingkungan sekaligus investasi ekonomi jangka panjang bagi warga desa.

Perwakilan mahasiswa P2MB UPI menambahkan bahwa penghijauan ini diharapkan tidak berhenti pada aksi seremonial semata.

“Kami berharap 31 bibit pohon manggis yang telah ditanam dapat dirawat secara rutin oleh masyarakat. Jika dipelihara dengan baik, tanaman ini tidak hanya memperhijau lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata di masa mendatang. Kami juga berharap kerja sama antara pemdes, kelompok tani, dan warga terus terjalin erat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan Penyuluhan Gerakan Tani Asri Desa Kawungluwuk, mahasiswa P2MB Universitas Pendidikan Indonesia Kampus di Sumedang Kelompok 10 berharap agar para petani semakin termotivasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola usaha tani. Penanaman 31 bibit manggis diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan dengan perawatan rutin agar bibit dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat pada masa mendatang. Ke depannya, semakin erat kerja sama yang berkelanjutan antara pemerintah desa, kelompok tani, tokoh masyarakat, dan warga dalam mendukung kemajuan sektor pertanian di Desa Kawungluwuk. (DN)