Bulan Agustus selalu menjadi momen istimewa bagi bangsa Indonesia. Pada bulan inilah semangat kebangsaan menggelora, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Tidak hanya dirasakan di tanah air, suasana nasionalisme juga hidup dalam diri warga negara Indonesia (WNI) yang berada di berbagai penjuru dunia. Semangat ini pula yang menjadi landasan tim dosen Kepariwisataan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) di Thailand.

Kegiatan yang berlangsung pada 1 Agustus 2025 ini melibatkan 4 prodi kepariwisataan, antara lain : Prodi Manajemen Resort dan Leisure, Prodi Manajemen Pemasaran Pariwisata, Prodi Manajemen Industri Katering dan Prodi Pendidikan Pariwisata. Kolaborasi keempat prodi dalam kegiatan PkM ini bertajuk “Pengabdian kepada Masyarakat Luar Negeri WNI di Thailand 2025”. Melalui kegiatan PkM ini, tim dosen kepariwisataan mempunyai misi untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme melalui media permainan tradisional, pariwisata, kuliner, pendidikan dan promosi destinasi.

Tim Dosen Prodi Kepariwisataan UPI berfoto bersama audience WNI di Thailand
(Sumber: Dokumentasi Tim PkM, 2025)

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Luar Negeri ini dilakukan oleh tim Dosen Prodi Kepariwisataan UPI sebagai sarana mengimplementasikan nilai nasionalisme sebagai WNI” tegas Dr. Rini Andari, S.Pd., M.M., ketua Program Studi Pendidikan Pariwisata.

Kolaborasi Dosen Prodi Kepariwisataan FPIPS UPI

Kolaborasi dari kegiatan ini memperlihatkan bagaimana keilmuan pariwisata dapat diterapkan secara nyata dalam konteks global, khususnya bagi WNI yang tinggal di luar negeri. Pada penerapannya, Prodi Manajemen Resort dan Leisure memperkenalkan kepada audience mengenai permainan tradisional sebagai warisan turun-temurun produk budaya tak benda yang dapat diajarkan dan dilestarikan mulai usia kanak-kanak dan di lingkungan keluarga. “Permainan tradisional sebagai sarana pembudayaan cinta tanah air yang dapat mulai diajarkan sejak usia kanak-kanak”, tutur Widyastuti S.Sos., M.P.Par, dosen Prodi Manajemen Resort dan Leisure. Selain itu, pemaparan mengenai virtual tour sebagai media yang dapat mengintegrasikan bentuk 3D digital sehingga wisatawan yang belum sempat berkunjung dapat memiliki spoiler mengenai destinasi, aktivitas, beserta hal menarik lainnya di destinasi sebelum berkunjung, hal ini selaras dengan penururan Armandha Redo Pratama, S.Pd., M.Sc bahwa “virtual tour ini merupakan media bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke destinasi, merasakan ambience-nya melalui tayangan 3D”.

Simulasi kepada Audience WNI di Thailand
(Sumber: Dokumentasi Tim PkM, 2025)

Prodi Manajemen Industri Katering juga turut andil dalam memperkenalkan kepada audience mengenai jenis-jenis kuliner Nusantara dan gastro tourism melalui simulasi singkat untuk mengunggah kembali ingatan audience mengenai kekayaan kuliner Nusantara dan makna dibalik sajian tersebut. Dikemas dalam game singkat, audience diajak berpartisipasi untuk simulasi menebak kuliner Nusantara beserta asal daerahnya. “Kuliner merupakan salah satu media diplomasi budaya”, ungkap Ilmiati Tsaniyah, MM.Par dosen Prodi Manajemen Industri Katering.

Prodi Pendidikan Pariwisata, memaparkan materi mengenai edukasi kepada anak mengenai destinasi wisata dan budaya Indonesia. Membawa audience untuk sejenak kembali flashback mengingat jenis rumah tradisional, tarian tradisional dan juga baju adat Nusantara. Mengutip penuturan Nadhia Maesari, S.Pd., M.Par, selaku dosen Prodi Pendidikan Pariwisata UPI yang menyebutkan bahwa: “pentingnya mengenalkan kepada anak kita mengenai pendidikan dan budaya Indonesia, melalui gambar/ foto rumah adat misalnya”.

Hal menarik lainnya, yaitu Prodi Manajemen Pemasaran Pariwisata yang memperkenalkan mengenai media promosi digital dalam memasarkan destinasi wisata di Indonesia, produk pariwisata dan juga strategi pemasaran untuk dapat bersaing secara global. “Perkembangan teknologi, platform sosial media, turut andil dalam memasarkan produk termasuk di dalamnya destinasi pariwisata”, tegas Rijal Khaerani, S.Si., M.Stat dosen Prodi Manajemen Pemasaran Pariwisata.

Ruang Kolaborasi Akademik dan Masyarakat

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bagi dosen, kegiatan ini bukan hanya kewajiban tetapi juga komitmen untuk dapat menghadirkan ilmu pengetahuan yang berkontribusi langsung. Para dosen Prodi Kepariwisataan FPIPS UPI percaya bahwa pengabdian masyarakat sebagai ruang belajar dua arah. Hal ini senada dengan pernyataan Taufik Abdullah, Ph.D selaku Kepala Prodi Manajemen Pemasaran Pariwisata UPI, “Kegiatan PkM ini sebagai bentuk ruang belajar dua arah antara kami tim Dosen Kepariwisataan UPI dan audience WNI di Thailand”. Pada perspektif dosen, kegiatan ini merupakan sarana dalam membagikan unsur pengetahuan dan inovasi, sementara pada perspektif audience selaku WNI di Thailand, kegiatan ini  memberikan pengalaman nyata, nilai-nilai lokal, dan konteks sosial yang memperkaya pemahaman akademik. Melalui proses ini maka lahirlah sinergisitas yang saling memperkuat antara perguruan tinggi dan masyarakat. Selain pada pada ruang belajar dalam berbagi pengalaman dan pengetahuan, kegiatan ini juga sekaligus memperluas dampak keilmuan ke ranah global, khususnya pada koridor pariwisata.

Foto Bersama Tim Dosen Kepariwisataan UPI setelah Acara Berlangsung
(Sumber: Dokumentasi Tim PkM, 2025)

Misi Cinta Tanah Air dan SDGs

Sebagai salah satu bentuk pengaplikasian Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan PkM ini memiliki misi yang lebih luas, yaitu penanaman semangat nasionalisme dan cinta tanah air di era globalisasi. “Di tengah situasi di mana arus teknologi dan budaya asing begitu deras, menjaga jati diri bangsa menjadi tantangan yang nyata”, ungkap Purna Hindayani, S.PL., MT. Melalui kegiatan ini, para dosen berupaya menanamkan nilai kebangsaan dan kebudayaan agar tetap hidup dalam diri WNI di Thailand. Misi ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam ranah pendidikan berkualitas, pelestarian budaya, dan pembangunan berkelanjutan. Melalui mekanisme pelibatan masyarakat secara partisipatif, kegiatan ini dapat mendorong peningkatan kapasitas individu, memperkuat identitas kultural, serta mendukung pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

Kontributor: Tim PkM Prodi Pendidikan Pariwisata FPIPS UPI