
Bandung, UPI
Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Divisi Pengabdian melaksanakan sosialisasi dan pembekalan bagi mahasiswa peserta Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan mengusung tema “P2MB Kampus Berdampak ‘Sauyunan’: Penguatan Masyarakat Sehat, Aktif, Tangguh, dan Berdaya Saing Berbasis Potensi Kewilayahan.”
Kegiatan berlangsung secara hybrid pada Kamis–Jumat (10–11 September 2026) dengan lokasi utama di Auditorium DPPM UPI Lantai 3 dan Kampus UPI di Sumedang. Peserta terdiri atas dosen pembimbing lapangan (DPL) dan mahasiswa yang mengikuti P2MB Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Sosialisasi dan pembekalan tersebut diarahkan untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum melaksanakan program pemberdayaan di tengah masyarakat. Pembekalan tidak hanya membahas aspek teknis pelaksanaan, tetapi juga menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari proses pemecahan masalah dan penciptaan dampak nyata di wilayah sasaran.
Salah satu materi utama disampaikan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Dr. H. Agus Setiabudi, M.Si., dengan tema “Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat: Membangun Sinergi untuk Perubahan pada Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Kampus Berdampak ‘Sauyunan’.”
Dalam materi tersebut, Agus Setiabudi menempatkan kegiatan pengabdian mahasiswa sebagai bagian dari transformasi perguruan tinggi menuju University 4.0, yang tidak hanya menghasilkan lulusan, pengetahuan, dan inovasi, tetapi juga menuntut adanya dampak bagi masyarakat. KKN/P2MB dipandang sebagai living laboratory tempat mahasiswa membawa pengetahuan ke masyarakat sekaligus belajar menghadapi persoalan nyata.
Materi tersebut juga menekankan perubahan peran mahasiswa dari knowledge consumer menjadi problem solver. Mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa persoalan masyarakat bersifat kompleks dan lintas disiplin, sehingga solusi yang dikembangkan tidak selalu berbentuk teknologi, tetapi dapat berupa solusi sederhana yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa diarahkan untuk terlebih dahulu mengidentifikasi persoalan dan potensi wilayah sebelum menentukan bentuk intervensi program. Materi Agus mencontohkan sejumlah ruang inovasi yang dapat dikembangkan mahasiswa, seperti pengelolaan sampah, pengembangan UMKM dan digitalisasi pemasaran, pendidikan, serta inovasi lingkungan.
Pembekalan juga menghadirkan sejumlah pemateri dengan materi yang mendukung pelaksanaan P2MB. Prof. Dr. Ida Hamidah, M.Si. membahas P2MB Kampus Berdampak dan peran mahasiswa dalam mewujudkan masyarakat sehat, aktif, tangguh, dan berdaya saing berbasis potensi kewilayahan.
Selain itu, mahasiswa memperoleh materi Kiat dan Praktik Menulis Artikel Ilmiah pada Jurnal Terakreditasi dari Viena Rusmiati Hasanah, S.IP., M.Pd. dan Nita Novianti, S.S., M.A., Ph.D.; penggunaan aplikasi Sistem Si KKN/P2MB dari Pipin Firdaus, M.Kom.; serta materi Personality and Competency dari AIPTU Andi Mulyadi, S.Psi., M.Psi.
Pembekalan lainnya mencakup Kiat dan Praktik Menulis Berita di Media Massa oleh Dr. Angga Hadiapurwa, S.Pd., M.I.Kom., pembekalan teknis dari Dr. Sandey Tantra Paramitha, S.Si., M.Pd., Literasi Dasar oleh Eka Ganjar Kurniawan, S.Sos., M.E. selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, serta materi Social Campaign oleh Dr. Agung Eko Budi Waspada, M.Sn., akan disampaikan di kampus UPI Sumedang, hari Jumat, 11 September 2026.

Melalui rangkaian pembekalan tersebut, P2MB UPI diarahkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan di lapangan, tetapi menghasilkan solusi yang dapat dirasakan dan diukur manfaatnya oleh masyarakat. Prof Agus mencontohkan dalam materinya bahwa keberhasilan program dapat dilihat dari perubahan konkret, seperti peningkatan pemanfaatan pemasaran digital oleh UMKM hingga berdampak pada penjualan dan perluasan pasar.
Pada akhirnya, kolaborasi mahasiswa, dosen, dan masyarakat diharapkan menghasilkan proses co-creation, yakni masyarakat turut menjadi bagian dalam menemukan persoalan dan membangun solusi. Pendekatan tersebut menempatkan P2MB sebagai ruang pembelajaran sekaligus pengabdian yang menghubungkan pengetahuan kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat. (RK)

