
Niedersachsen, Juli 2025
Braunschweig International Film Festival 2025, yang dikenal sebagai festival film tertua di kawasan Niedersachsen, Jerman, kembali digelar dengan menghadirkan serangkaian program sinema internasional yang menarik. Sebagai ajang publik bergengsi, festival ini setiap tahunnya dikunjungi sekitar 27.500 penonton, termasuk 300 profesional industri film seperti sutradara, aktor, produser, komposer, dan jurnalis dari berbagai negara.
Tahun ini, festival yang menampilkan total 246 film layar lebar dan pendek dari berbagai genre dan negara tersebut menjadi momen bersejarah bagi dunia pendidikan Indonesia, khususnya Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dua film karya mahasiswa Program Studi Film dan Televisi, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) UPI, berhasil lolos kurasi dan masuk ke dalam seleksi resmi festival tersebut.
Film pertama berjudul “The Last Sikerei”, sebuah dokumenter karya Septian Arief (angkatan 2020) yang menggambarkan kehidupan seorang dukun terakhir di Kepulauan Mentawai. Film ini menawarkan pandangan intim dan penuh empati terhadap praktik budaya lokal yang kian langka.
Sementara itu, film kedua berjudul “Less Than Home” merupakan film fiksi karya Balin Rafihaydar (angkatan 2020) yang mengeksplorasi tema keterasingan dan pencarian makna rumah dalam konteks kehidupan urban.
Keberhasilan dua karya mahasiswa ini tidak lepas dari peran para pengampu mata kuliah Studio Film, yakni Erik Muhammad Pauhrizi dan Dedi Warsana, yang secara konsisten menjaga kualitas dan standar estetika karya mahasiswa. Dengan pendekatan yang berbasis pada budaya tutur Nusantara, para dosen ini mendorong eksplorasi artistik yang tetap berakar pada nilai dan kekayaan lokal Indonesia.
Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UPI sebagai universitas yang tengah menapaki jalur menuju World Class University. Terpilihnya film-film mahasiswa UPI dalam festival film internasional sekelas Braunschweig membuktikan bahwa institusi pendidikan di Indonesia mampu bersaing di kancah global. Lebih dari sekadar prestasi individu, hal ini menjadi refleksi atas komitmen UPI dalam membangun ekosistem pendidikan seni dan budaya yang unggul, inovatif, dan berdaya saing internasional. (ANMA RISANTI MAULIDIA)

