Bandung — UPI, Baru baru ini Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meresmikan Edu Heritage Center atau Pusat Edukasi Warisan Budaya yang berlokasi di Ruang Cinderamata Museum Pendidikan Nasional Indonesia, pusat edukasi ini berperan sebagai ruang kreatif dan edukatif yang memadukan pendidikan, budaya, serta kreativitas. Pusat ini hadir untuk memperkuat identitas kampus sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia.

Edu Heritage Center digagas oleh Prof. Dr. Isma Widiaty, S.Pd., M.Pd., peneliti batik yang bertindak sebagai Founder, berkolaborasi dengan Dr. Suciati, S.Pd., M.Ds., tokoh kebaya nasional sekaligus Co-Founder. Inisiatif ini menjadi langkah strategis UPI untuk menghadirkan nilai-nilai budaya dalam kehidupan akademik.

“Kami ingin menciptakan ruang yang tidak hanya menjadi pusat kreativitas, tetapi juga sarana pelestarian nilai-nilai luhur budaya Indonesia. Edu Heritage Center adalah wujud integrasi pendidikan, budaya, dan identitas kampus,” ujar Prof. Isma.

Senada dengan itu, Dr. Suciati menegaskan bahwa batik dan kebaya adalah simbol kebanggaan nasional. “Melalui Edu Heritage Center, kami ingin menjadikannya lebih dekat dan relevan dengan dunia pendidikan serta generasi masa kini,” tuturnya.

Salah satu produk unggulan Edu Heritage Center, batik bermotif khas UPI. (Dok: Edu Heritage Center)

Salah satu program unggulan adalah pengembangan batik bermotif khas UPI. Motif ini tidak hanya berfungsi sebagai cinderamata resmi kampus, tetapi juga merefleksikan visi, misi, dan ikon-ikon khas UPI yang sarat makna filosofis.

Pusat ini tidak hanya menyediakan cinderamata resmi, tetapi juga menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti: Workshop membatik, pelatihan kreatif bagi mahasiswa dan sekolah mitra, juga penyewaan busana wisuda, pakaian adat, hingga busana modern yang dirancang dengan sentuhan budaya yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga di kalangan sivitas akademika.

Edu Heritage Center mengusung visi untuk menjadi pusat budaya dan kreativitas terdepan melalui edukasi, inovasi, dan kolaborasi. Dalam perjalanannya, pusat ini berkomitmen mengedukasi generasi muda tentang batik dan kebaya, menghadirkan pengalaman budaya yang interaktif, serta mengembangkan produk yang selaras dengan gaya hidup masa kini. Selain itu, Edu Heritage Center juga mendorong wirausaha berbasis budaya bersama UMKM dan menjadi wadah kolaborasi bagi akademisi, desainer, hingga komunitas budaya.

Dengan berbagai inisiatifnya, Edu Heritage Center tidak hanya memperkuat identitas budaya kampus, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pusat ini selaras dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui kegiatan edukatif, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat dukungan terhadap UMKM dan budaya wirausaha, serta SDG 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan) melalui pelestarian warisan budaya. Lebih jauh, inovasi batik dan kebaya yang dikembangkan juga sejalan dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), karena menekankan produksi kreatif yang relevan, berkelanjutan, dan berakar pada kearifan lokal.

Dengan berbagai pendekatan dan inisiatifnya tersebut, Edu Heritage Center diharapkan dapat menjadi model percontohan nasional dalam pelestarian budaya melalui jalur pendidikan dan kreativitas, sekaligus memperkuat citra UPI sebagai universitas yang menjunjung tinggi nilai budaya bangsa. RK (02/10)

Kontributor: Edu Heritage Center