
Bandung, UPI
Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Coaching Clinic Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) di Auditorium FIP Lantai 10, Selasa (24/2). Kegiatan ini diikuti oleh 100 mahasiswa dari lima program studi, yakni Pendidikan Masyarakat, Psikologi, Administrasi Pendidikan, PGPAUD, dan PGSD.
Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan sekaligus membekali mahasiswa agar menjadi agen perubahan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui pendampingan intensif, FIP UPI menargetkan peningkatan kualitas proposal mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan FIP UPI, Dr. Euis Kurniati, M.Pd menekankan pentingnya sinergi lintas program studi. Menurutnya, penguatan tata kelola proposal harus berbasis pada luaran yang terukur serta keberlanjutan program.
Senada dengan hal tersebut, Pembimbing Kemahasiswaan FIP UPI sekaligus narasumber utama, Dr. Cucu Sukmana, M.Pd., menegaskan bahwa kunci keberhasilan proposal terletak pada dampak nyata yang dihasilkan.
“Program ini adalah strategi fakultas untuk menciptakan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif, dan produktif. Pendampingan sistematis adalah kunci agar proposal memiliki dampak nyata secara ekonomi, sosial, maupun pendidikan,” ujar Dr. Cucu.
Dukungan Lintas Prodi Kegiatan ini turut didampingi oleh tim dosen pembimbing kemahasiswaan, di antaranya Evi Rahmawati, M.Pd. (Prodi PGSD), Muhamad Arif Saefudin, M.A. (Prodi Psikologi), Sodikin, Ph.D. (Prodi Pendidikan Masyarakat), dan Muti (Staf Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan).
Seluruh peserta mendapatkan materi teknis, klinik proposal per kelompok, hingga diskusi interaktif guna menyempurnakan inovasi yang diusung. Program ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin Pendidikan Berkualitas (Tujuan 4) dan Pekerjaan Layak serta Pertumbuhan Ekonomi (Tujuan 8).
Dalam perspektif nasional, penguatan sumber daya manusia (SDM) ini merupakan implementasi dari Asta Cita untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. FIP UPI memposisikan diri sebagai inkubator gagasan dan inovasi sosial yang mampu menjawab tantangan zaman melalui solusi konkret.
Sebagai tindak lanjut, FIP UPI mendorong adanya pendampingan berkelanjutan pasca-coaching clinic dan pembentukan tim review internal. Hal ini bertujuan agar program yang lolos tidak berhenti setelah kompetisi berakhir, melainkan dapat direplikasi sebagai praktik baik di tengah masyarakat. (DN)

