Bandung, UPI

Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program Green Campus yang dicanangkan oleh universitas. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi UPI sebagai kampus berwawasan lingkungan dan berkelanjutan yang selaras dengan target UI Green Metric World University Rankings.

Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi M.A menegaskan bahwa konsep Green Campus bukan sekadar program sesaat, melainkan gerakan berkelanjutan untuk menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan sivitas akademika. “Green Campus itu penting untuk keberlanjutan, bukan hanya bagi individu, tapi bagi bumi kita secara keseluruhan. Ini bentuk terima kasih kita kepada bumi tempat kita hidup dan bernafas,” ujarnya saat menghadiri pembukaan program Green Campus FPMIPA di halaman Gedung FPMIPA Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Jum’at, (17/10).

Menurutnya, kondisi bumi semakin tertekan akibat pertumbuhan populasi dan kerusakan lingkungan seperti penebangan pohon dan pencemaran bahan bakar. Melalui kegiatan Green Campus, UPI berupaya memperpanjang daya dukung bumi agar tetap layak huni bagi anak cucu di masa depan.

Prof. Didi Sukyadi juga menekankan pentingnya perubahan perilaku mulai dari hal-hal sederhana. “Kita mulai dari rumah, dari kampus, hingga di lingkungan luar. Mengurangi sampah plastik, mengolah sampah basah, serta menghemat listrik dan air merupakan langkah kecil yang berdampak besar bagi kebaikan bersama,” tambahnya.

Saat ini, beberapa fakultas di UPI telah meluncurkan inisiatif Green Campus, seperti Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), Fakultas Pendidikan Teknologi dan Industri (FPTI), serta Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS). Semangat ini diharapkan terus bergulir di seluruh lingkungan UPI.

“Ini bukan gerakan satu waktu, tapi kegiatan yang akan terus berlangsung hingga kapan pun. Harapannya, UPI bisa berkontribusi, meskipun kecil, terhadap keberlangsungan hidup umat manusia di muka bumi ini,” tutup Rektor.

Pada kesempatan yang sama Dekan FPMIPA UPI Prof. Dr. rer. nat. Adi Rahmat, M.Si. menjelaskan bahwa semangat penerapan Green Campus sejatinya telah lama tumbuh di lingkungan fakultas, terutama melalui inisiatif mahasiswa di Program Studi Biologi. “Sejak Pak Rektor menginginkan UPI masuk ke Green Metric, kami langsung bergerak karena sebenarnya dari awal sudah ada kelompok Green Campus di Biologi. Tinggal kita hidupkan kembali, tambah personel, dan dukung dengan anggaran agar program bisa berjalan,” ujarnya.

Lebih lanjut, FPMIPA UPI mengembangkan tiga program utama dalam implementasi Green Campus, yaitu penanganan sampah, pengolahan limbah, dan peningkatan kualitas area hijau.

Penanganan sampah dilakukan dengan sistem pemilahan sampah organik, anorganik, dan limbah makanan. Setiap titik di area fakultas kini dilengkapi empat tong sampah berbeda sesuai kategori dan Pengolahan sampah difokuskan pada konsep reduce dan recycle, salah satunya melalui pengolahan sampah makanan menjadi pakan magot (larva black soldier fly) yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.

“Magot itu tinggi protein, bagus untuk pakan ternak dan ikan koi. Selain bermanfaat, ini juga mengurangi sampah organik,” jelasnya

Peningkatan kualitas area hijau dilakukan dengan memperbanyak tanaman pot di berbagai sudut fakultas, termasuk inisiatif baru berupa penanaman tanaman anggur di area pergola dalam gedung. “Tanaman ini selain memperindah lingkungan, juga menghasilkan buah yang bisa dipanen, sekaligus menciptakan udara segar di sekitar area,” tambahnya.

Prof. Adi Rahmat juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh sivitas akademika dalam mendukung gerakan ini. “Harapan saya, seluruh sivitas bisa ikut support agar apa yang diinginkan Pak Rektor benar-benar terwujud,” ujarnya.

Selain aspek lingkungan, program Green Campus di FPMIPA juga memiliki dimensi edukatif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. “Kita ingin lulusan kita tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga punya sense of environment demi keberlanjutan kehidupan,” pungkasnya. (Riza/Cawal/DN)