
Bandung, UPI
Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Greening Vocational Teacher Pedagogy: Pelatihan Transformasi Bahan Ajar Berorientasi Green Skills Berbasis Artificial Intelligence.”

Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa dan Rabu (5 – 6/8/2025) di Aula SMKN 5 Pangalengan ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai DRTPM Tahun 2025. Tim dosen FPTI UPI yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Dedi Rohendi, M.T., IPM (guru besar bidang pendidikan matematika dan AI dalam pendidikan yang juga merupakan dosen Prodi Pendidikan Teknik Mesin FPTI UPI) menghadirkan pelatihan komprehensif bagi lebih dari 70 guru SMK dari berbagai rumpun keilmuan, baik produktif maupun normatif-adaptif.
Pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan terkini dalam implementasi kurikulum baru, khususnya Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025, yang mengedepankan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), integrasi AI dalam kegiatan kokurikuler, dan penguatan green skills di lingkungan SMK.

Didampingi oleh narasumber lain seperti Dr. Mustika Nuramalia Handayani (pakar green curriculum) dan Dr. Yatti Sugiarti (ahli pengelolaan limbah) yang merupakan dosen Prodi Pendidikan Teknologi Agroindustri FPTI UPI, serta mahasiswa doktoral Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Sekolah Pascasarjana UPI yaitu Muhammad Oka Ramadhan, M.Pd., Nisa Aulia Saputra, M.Pd., Nisaudzakiah Utami, M.Pd. Pelatihan ini mencakup materi tentang pemanfaatan AI dalam pendidikan, pengembangan kurikulum berorientasi green skills, pendekatan deep learning, hingga praktik pengembangan bahan ajar digital yang kontekstual dan lintas mata pelajaran.

Para peserta diajak mendesain modul dan bahan ajar berbasis AI yang memuat komponen green skills, seperti kesadaran lingkungan, pengelolaan limbah, keterampilan berinovasi dan berkomunikasi dalam mendukung SDGs dan adaptabilitas di era green jobs. Bahkan, proyek lintas disiplin yang menggabungkan pelajaran produktif dan normatif, seperti pengolahan limbah hasil pertanian dengan matematika atau bahasa Indonesia, menjadi salah satu inovasi menarik yang dikembangkan dalam sesi workshop.
Kegiatan ini juga memperkuat semangat sekolah dalam mewujudkan Sekolah Berbudaya Lingkungan, yang selaras dengan indikator SDGs, terutama pada tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas), ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim).
“Kami sangat antusias karena pelatihan ini tidak hanya teknis, tetapi juga membangun kesadaran bersama akan pentingnya pendidikan yang mendukung pembangunan berkelanjutan,” ungkap kepala SMKN 5 Pangalengan dalam sambutannya.
Program ini diharapkan menjadi model kolaboratif antara perguruan tinggi dan SMK dalam mendukung transformasi pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan dan teknologi, sekaligus memperkuat peran guru sebagai agen perubahan dalam mencapai target SDGs 2030.




