
Paris, UPI
Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali memperkuat perannya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui keterlibatan akademisi muda sekaligus alumninya pada forum global. Muhammad Oka Ramadhan, akademisi muda – alumni Prodi Pendidikan Teknologi Agroindustri FPTI UPI yang kini sedang menempuh studi doktoral di Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Sekolah Pascasarjana UPI, terpilih sebagai youth panelist pada peringatan World Youth Skills Day (WYSD) 2025 yang diselenggarakan oleh UNESCO-UNEVOC di Paris, Prancis.
Acara tahunan WYSD yang jatuh setiap tanggal 15 Juli ini diselenggarakan untuk menyoroti pentingnya keterampilan pemuda dalam pembangunan berkelanjutan. Tahun ini, WYSD mengusung tema “Youth Empowerment through AI and Digital Skills”, yang selaras dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Keterpilihan Oka sebagai youth representative dari Asia-Pasifik merupakan hasil dari proses seleksi yang dilakukan oleh UNESCO-UNEVOC. Rekomendasi awal disampaikan oleh Dr. Mustika Nuramalia Handayani, wakil dekan bidang kemahasiswaan FPTI yang juga kontributor aktif UNEVOC dalam pengembangan Greening TVET. Rekomendasi ini mendapat dukungan penuh dari Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., dekan FPTI UPI sekaligus sebagai koordinator UNEVOC Centre Indonesia.
Oka sendiri merupakan akademisi muda yang aktif dalam isu-isu pendidikan vokasi berkelanjutan. Saat ini Ia tengah menyusun disertasi doktoralnya di bawah bimbingan dosen-dosen FPTI yaitu Prof. Dr. Dedi Rohendi, Prof. Dr. Ana, dan Dr. Mustika Nuramalia Handayani, dengan fokus pada penerapan teknologi digital dalam desain pembelajaran untuk meningkatkan green skills siswa vokasional. Tema ini sangat relevan dengan kerangka panel diskusi WYSD yang menyoroti inovasi digital yang etis, inklusif, dan berdampak dalam konteks TVET (Technical and Vocational Education and Training).
Undangan resmi sebagai youth panelist disampaikan oleh Head of UNESCO-UNEVOC kepada coordinator UNEVOC centre Indonesia – dekan FPTI UPI, yang menunjukkan pengakuan internasional atas kiprah FPTI dalam membina talenta muda dan menjalin kolaborasi global di bidang pendidikan vokasi.
“Saya merasa terhormat dapat berbagi pengalaman dan gagasan di forum internasional seperti WYSD. Ini adalah kesempatan untuk menyuarakan pentingnya pengembangan keterampilan vokasi berbasis digital dan berkelanjutan di tingkat global,” ujar Oka.
“Keterlibatan Oka di WYSD 2025 membuktikan bahwa kolaborasi akademik, riset, dan jejaring internasional yang dibangun FPTI UPI mampu membuka peluang kontribusi nyata pemuda Indonesia dalam agenda global SDGs,” ungkap Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si. (dekan FPTI UPI).
FPTI UPI terus berkomitmen membina sivitas akademika dan alumninya untuk aktif dalam berbagai forum nasional dan internasional, demi terwujudnya pendidikan vokasional yang unggul, transformatif, dan berorientasi pada keberlanjutan.



