
Bandung, UPI
Puluhan guru matematika SMP se-Kota Sukabumi mengikuti Workshop Persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat SMP yang digelar atas kerjasama Program Studi Matematika, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan MGMP Matematika SMP Kota Sukabumi.
Workshop ini berlangsung dalam dua sesi: Rabu, 1 April 2026 di Auditorium JICA FPMIPA UPI Bandung, dan Jumat, 17 April 2026 di SMP Kehidupan Baru, Kota Sukabumi. Mengusung tema “Swakelola Persiapan OSN,” kegiatan yang dipimpin oleh Ketua Prodi Matematika UPI, Dr. Kartika Yulianti, M.Si. dan ketua MGMP Matematika SMP Kota Sukabumi, Andika Wildan Firdaus, M.Si. ini menghadirkan narasumber ahli di bidangnya masing-masing yaitu Prof. Siti Fatimah, M.Si., Ph.D., Utari Wijayanti, S.Kom., M.Si., Dra. Encum Sumiaty, M.Si., M.Si. Sofihara Al Hazmy, M.Si., Dr. Khusnul Novianingsih, M.Si., Fitriani Agustina, S.Si., M.Si. Fitri Rahmawati, S.Si., M.Si., dan Dr. Al Azhary Masta, M.Si., sebagai pembina berbagai ajang olimpiade nasional maupun internasional.
Pada sesi pembuka di Auditorium JICA FPMIPA UPI, Prof. Siti Fatimah menyajikan materi bertajuk “Kilas Balik OSN-K SMP Tahun 2025 dan Motivasi OSN 2026.” Dalam paparannya, ia membeberkan realitas kompetisi secara gamblang. Dari 25 soal pilihan ganda, rata-rata skor OSN Nasional hanya 38 dari skor maksimum 85, dengan tingkat kelulusan ke OSN-P hanya 3,7 persen. “Rentang nilai yang sangat lebar menggambarkan disparitas kemampuan yang ekstrem. Hanya 9,5 persen sekolah yang mampu meloloskan siswanya ke tingkat provinsi,” ujarnya. Materi dilanjutkan dengan mendiskusikan model pembinaan di sekolah yang meliputi: pra-pembinaan, pelaksanaan, evaluasi, dan seleksi wakil sekolah.
Sesi berikutnya diisi oleh Utari Wijayanti, S.Kom., M.Si. yang membawakan “Penguatan Materi Aljabar dan Teori Bilangan.” Berdasarkan handbook yang disusun bersama tim termasuk Isnie Yusnitha, Ph.D., Imam Nugraha Albania, Ph.D., Dr. Al Azhary Masta, dan Ririn Sispiyati, M.Si. Materi yang dipaparkan mencakup Ketidaksamaan dan Eksponensial, Manipulasi Pecahan Aljabar, Sistem Persamaan Simetris, Akar-akar Polinomial, Identitas Sophie Germain, Deret Teleskopik, Faktor Bilangan dan Keterbagian, serta Sisa Pembagian (Kekongruenan) dan Teorema Sisa. Para guru diajak memecahkan soal-soal dari level kota hingga internasional, seperti soal OSK 2024, OSN Nasional, IMSO, hingga IMC.
Sesi kedua yang berlangsung di SMP Kehidupan Baru, Kota Sukabumi, dibagi ke dalam dua ruang paralel. Ruang pertama diisi oleh Dra. Encum Sumiaty, M.Si., Dr. Al Azhary Masta, M.Si., dan Sofihara Al Hazmy, M.Si. yang membahas “Penguatan Materi Geometri.” Berdasarkan handbook yang disusun bersama Dr. Endang Cahya Mulyaning Asih, M.Si., materi mencakup Teorema Phytagoras, Kesebangunan, Kekongruenan, Perbandingan Alas, serta 11 latihan soal kontekstual.
Ruang kedua diampu oleh Dr. Khusnul Novianingsih, M.Si., Fitriani Agustina, S.Si., M.Si., dan Fitri Rahmawati, S.Pd., M.Sc. yang mendalami “Penguatan Materi Kombinatorika dan Statistika.” Tim yang juga melibatkan Dr. Kartika Yulianti, Dra. Rini Marwati, M.Si., Dewi Rachmatin, S.Si., M.Si., dan Serviana, M.Si. ini menyajikan materi dari Kaidah Dasar Pencacahan, Permutasi dan Kombinasi (termasuk yang diperumum), Peluang, hingga Statistika (rata-rata, median, modus, penyajian data). Soal-soal yang dibedah mencakup OSN-K, OSN-P, hingga OSN Nasional lengkap dengan trik penyelesaiannya. Selain itu, instruktur dari UPI juga membagikan tips dan strategi menyelesaikan soal OSN Matematika.

Pada sesi siang, seluruh peserta menjalani latihan soal dan post test berupa esai, uji coba mengerjakan soal OSN, serta membuat soal OSN Matematika beserta jawabannya, dipandu tim dosen UPI bersama panitia MGMP Matematika SMP Kota Sukabumi. Selain itu, peserta juga mengisi angket mengenai kesan dan saran pelaksanaan workshop, serta kendala yang dihadapi oleh peserta ketika akan atau sedang melaksanakan pembinaan OSN terhadap siswa di sekolah.
Berdasarkan angket yang dihimpun dari sekitar 53 guru peserta, Geometri menjadi materi yang paling dirasa sulit, disusul Kombinatorika, Aljabar, dan Teori Bilangan. Mayoritas guru mengungkapkan kendala serupa: rendahnya motivasi dan konsistensi belajar siswa, keterbatasan waktu pembinaan, serta lemahnya pemahaman konsep dasar matematika.
“Siswa mudah menyerah saat melihat soal yang sedikit rumit. Kami butuh strategi manajemen motivasi seperti yang diajarkan tadi tentang ‘aturan 5 menit’ dan ‘belajar bersama teman’,” ungkap Shinta Ratna Dewi, guru SMPN 2 Kota Sukabumi. Sementara Annisa Rachmat dari SMPN 16 mengaku “bingung memulai dari mana karena kemampuan dasar matematika anak-anak belum kuat.”
Para peserta menyambut positif kegiatan ini. “Alhamdulillah sangat berkesan, banyak menambah pengetahuan akan membina OSN,” ujar Arief Indrawan dari SMPN 2. “Sangat bagus, menambah ilmu. Semoga berkelanjutan,” harap Ela Nurwatyn dari SMPN 16. Tim UPI menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi sekolah-sekolah dalam mempersempit disparitas prestasi OSN. “Kunci sukses bukan hanya pada siswa jenius, tetapi pada guru yang terampil, sistem pembinaan yang baik, dan dukungan penuh dari sekolah serta orang tua,” pungkas Prof. Siti Fatimah. (Husty Serviana Husain, M.Si.)

