
Bandung, UPI
Suasana meriah pecah di Gedung Lama FPSD UPI saat Himpunan Mahasiswa Musik (HIMAMUSIK) menyelenggarakan konser penyambutan mahasiswa baru bertajuk Welcome Concert 2025. Acara ini menghadirkan beragam penampilan dari unit-unit musik mahasiswa, mulai dari gamelan, keroncong, orkes dangdut, hingga big band. Tak hanya menjadi ajang hiburan, konser ini juga menjadi sarana pengenalan unit-unit minat dan bakat (UMB) yang berada dibawah naungan HIMAMUSIK, yang secara rutin menampilkan karya mereka setiap minggunya.Penonton yang hadir berasal dari berbagai angkatan, mulai dari mahasiswa tingkat atas hingga angkatan terbaru. Namun, antusiasme paling besar datang dari mahasiswa angkatan 2024 yang akan segera menjadi bagian dari HIMAMUSIK.
Bagi mereka, acara ini menjadi momentum penting untuk mengenal lebih dalam, sekaligus memilih unit minat bakat yang paling sesuai dengan ketertarikan dan potensi masing-masing. Menariknya, konser ini juga dilengkapi dengan sesi workshop serta tanya jawab langsung bersama para ketua unit, yang membuka ruang interaksi dan diskusi terbuka mengenai kegiatan, program kerja, hingga pengalaman berkesenian di masing-masing UMB. Hal ini memberikan kesempatan besar bagi siapa pun untuk mengenal lebih dekat dinamika di balik setiap unit yang tampil, menjadikan konser ini tak hanya memukau secara artistik, tapi juga edukatif dan informatif.
Acara yang berlangsung di Ruang Orkestra, Gedung Lama Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) UPI beberapa waktu lalu itu dimulai dengan pembukaan berupa sambutan singkat, rangkaian acara dilanjutkan dengan penampilan berturut-turut dari unit-unit minat bakat yang tergabung dalam HIMAMUSIK. Setiap unit diberikan durasi sekitar 15 menit untuk menunjukkan karakter dan ciri khas musikal mereka masing-masing. Penampilan perdana dibuka oleh Orkestra Bumi Siliwangi (OSBS) yang membawakan salah satu karya ikonik dari film Howl’s Moving Castle. Tampil dengan formasi lengkap dan aransemen yang megah, orkestra ini langsung mencuri perhatian penonton. Nuansa sinematik dan emosi dari musik tersebut disampaikan dengan teknik permainan instrumen yang lihai dan penuh penghayatan, memberikan kesan pertama yang kuat dan memesona. Tak sedikit penonton yang terpukau sejak awal, menunjukkan bahwa konser ini memang dirancang dengan kualitas dan semangat tinggi.
Setelah OSBS, panggung dilanjutkan oleh Unit Karawitan Mahasiswa (UKM) yang menampilkan kekayaan bunyi gamelan tradisional dengan gaya penuh semangat, dengan membawakan lagu Si Kabayan Unit Karawitan mampu menyampaikan makan tradisional yang khas. Sementara itu, Ensambel Kyai Fatahillah berhasil menyedot perhatian lewat penampilan mereka yang membawakan lagu Bambung Hideung. Aransemen lagu khas Sunda tersebut dikemas dengan sentuhan ansambel modern, menjadikan nya tampil segar namun tetap memberi kesan makna lokal, iringan ritmis yang kuat dan dinamika suara yang hidup berhasil menggunggah suasana ruang orchestra menjadi lebih syahdu sekaligus penuh energi. Dilanjut dengan Bambu Bumi Siliwangi (BBS), dan Audio Factory (AF) yang masing-masing menyajikan warna musikal yang berbeda: dari klasik kontemporer, eksplorasi instrumen bambu, hingga eksplorasi musik elektronik dan eksperimental. Tidak hanya menyuguhkan penampilan musik, konser ini juga diselingi dengan waktu ISHOMA dan Ashar, serta sesi workshop dan tanya jawab langsung bersama para ketua unit. Di sinilah peserta, terutama mahasiswa angkatan 2024, mendapat kesempatan bertanya langsung mengenai proses kreatif, struktur organisasi, hingga kegiatan mingguan dari masing-masing UMB. Sementara itu, salah satu penonton dari Angkatan 2024 mengaku sangat terbantu dengan acra ini dalam mengenali karakter masing-masing UMB. “Awalnya bingung banget mau masuk UMB yang mana. Tapi setelah lihat penampilan dan ikut tanya jawab, jadi lebih kebayang dan semangat ikut.” Hal ini menjadi momen penting bagi para calon anggota baru untuk mengenal lebih dalam dan menentukan arah keterlibatan mereka ke depan.
Rangkaian konser kembali berjalan dengan penampilan dari Rumah Gitar Mahasiswa hadir dengan aransemen gitar yang penuh groove lewat penampilan mereka membawakan lagu Sebelah Mata. Tak kalah menarik Keroncong Lapis Legit dengan 2 grup penampil, salah satu grupnya ber isikan anggota perempuan yang sontak mencuri perhatian, mereka membawakan lagu Diam-Payung Teduh seakan memanjakan penonton setelah ishoma tadi, kemudian ELBE Big Band dengan membawakan lagu jazz popular Sway. Dengan aransemen big band yang penuh warna sukses menghidupkan suasana ruangan, kemudian Isola Percussion (IP) tampil memukau dengankostum penutup kepala yang sontak menjadi hiburan, dan ditutup oleh Orkes Dangdut Mahasiswa (ODM) yang membuat suasana semakin meriah dan menghibur. Masing-masing unit tampil dengan ciri khas dan kekuatanmusikal yang menegaskan identitas mereka, sekaligus menunjukkan potensi luar biasa yang dimiliki mahasiswa Pendidikan Seni Musik.
Welcome Concert bukan sekadar ajang pertunjukan, tapi telah menjadi tradisi tahunan yang selalu dinanti oleh keluarga besar Program Studi Pendidikan Seni Musik. Setiap tahunnya, acara ini rutin digelar sebagai bentuk sambutan kepada mahasiswa baru sekaligus wadah untuk memperkenalkan keberagaman unit minat bakat yang ada di bawah HIMAMUSIK. Meski digelar di ruang orkestra gedung lama, semangat dan antusiasme peserta serta penonton tak sedikit pun berkurang. Sebaliknya, suasana yang lebih intim justru menghadirkan kedekatan emosional antara para penampil dan audiens. Harapannya, ke depan acara ini terus berkembang, menjangkau lebih banyak pihak, dan tetap menjadi ruang subur bagi pertumbuhan minat, bakat, dan semangat kolaborasi antar mahasiswa seni musik. (Indri Andriani Agustin, Mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Musik FPSD Angkatan 2023)

