
Bandung, UPI — “Ijazah bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk menjadi insan yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.”
Demikian pesan Putri Ayu Rizqi Rengganis, Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Asisten Vice President Priority Banking di salah satu Bank BUMN Terbesar di Indonesia, saat menyampaikan sambutan inspiratif bagi para wisudawan UPI dalam prosesi Wisuda Gelombang III Tahun 2025 di Gedung Gymnasium, Kampus UPI, Rabu (15/10).
Ayu, sapaan akrabnya, merupakan alumni UPI Jurusan Akuntansi, Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Angkatan 2006. Kini, setelah 14 tahun berkarier di Bank BUMN, ia menjadi salah satu sosok profesional muda yang sukses menembus posisi strategis di dunia perbankan nasional.
Pada tahun 2025, ia menerima Mandiri Excellent Award, penghargaan bergengsi yang diberikan langsung oleh jajaran Direksi Bank Mandiri kepada pegawai berprestasi.
Dalam sambutannya, Ayu mengungkapkan rasa bangganya dapat kembali ke kampus yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Ia mengenang masa-masa perjuangan di bangku kuliah — mulai dari lembur mengerjakan tugas hingga berjuang menyelesaikan skripsi di bawah bimbingan Prof. Ikin Solikin.
“Saya pernah bertekad untuk menjadi lulusan pertama di angkatan saya, walau revisi dan kesulitan datang berkali-kali. UPI mengajarkan saya bahwa pendidikan bukan sekadar nilai dan gelar, tapi pembentukan karakter dan semangat untuk terus belajar,” ujarnya.
Ayu menuturkan, perjalanan kariernya tidak selalu mudah. Ia sempat bekerja di Direktorat Keuangan (BAUK) UPI, sebelum akhirnya “berjodoh” dengan salah satu Bank BUMN Terbesar di Indonesia. Ia menegaskan bahwa ketekunan, kerja keras, dan keinginan untuk terus berkembang menjadi kunci keberhasilannya.
“Kita bisa memulai dari mana saja, asal punya niat untuk belajar dan memberikan yang terbaik. Itulah bekal saya hingga bisa dipercaya memegang tanggung jawab besar di dunia perbankan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ayu berpesan agar para wisudawan tidak berhenti bermimpi dan terus membawa nama baik almamater UPI ke berbagai bidang profesi. Ia juga mengingatkan bahwa kini lulusan UPI memiliki daya saing yang setara dengan universitas negeri ternama lainnya di Indonesia.
“Dulu, UPI sering dipandang sebelah mata dan dianggap tidak bisa bersaing dalam program fast track to be leader atau management trainee. Tapi kini, banyak alumni UPI yang lolos ke berbagai program kepemimpinan nasional, termasuk di Bank Mandiri,” jelasnya.
Menurut Ayu, hal ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras sivitas akademika dan alumni telah mengubah citra UPI di dunia profesional.
“Mari kita ubah stigma lama ‘Universitas Padahal IKIP’ menjadi ‘Universitas Padahal Isinya Orang-Orang Hebat dan Calon Pemimpin Indonesia,’” serunya yang disambut tepuk tangan meriah para wisudawan.
Di akhir sambutannya, Ayu menyampaikan harapan agar para lulusan UPI mampu membawa perubahan positif di masyarakat.
“Teruslah berjuang, bermimpi, dan jangan pernah berhenti bermimpi. Semoga kesuksesan hari ini menjadi awal dari perjalanan yang penuh makna dan keberkahan,” tutupnya. RK (15/10)

