
Bandung, UPI
Ikatan Pensiunan Universitas Pendidikan Indonesia (IKAPEN UPI) menunjukkan kepedulian nyata terhadap sesama melalui kegiatan kunjungan sosial ke Panti Asuhan Samiyah Amal Insani, Jalan Caringin, Bandung, pada Sabtu (7/3/2026).
Aksi kemanusiaan ini menjadi istimewa karena melibatkan kolaborasi lintas generasi. IKAPEN UPI menggandeng Putra Putri Bumi Siliwangi (PPBS) UPI selaku duta kampus, serta didukung oleh Caraka Muda KKIPP UPI. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara keluarga besar UPI dengan masyarakat, sekaligus menanamkan jiwa pengabdian pada mahasiswa.
Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua IKAPEN UPI, Drs. Abdurachman Widjajapradja. Turut hadir mendampingi, Dosen Pembimbing UKM PPBS UPI, Asri Wibawa Sakti, S.Pd., M.Pd., bersama tujuh anggota PPBS yakni Friska Alya Rachma, Aditia Bayu Tirta, Shobron Dzulkayisi, Ramdani, Vanesa Nicole Rehuellah Oppier, Arifinsyah Julitama Hasibuan, dan Febri Putra Budiarto.
Dalam sambutannya, Abdurachman menekankan bahwa kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial sivitas akademika UPI. “Ini adalah upaya kami untuk terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan memastikan bahwa semangat kepedulian UPI tetap menyala di setiap generasi,” ujarnya.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berlangsung hangat dan penuh tawa. Tidak hanya memberikan bantuan materiil, para mahasiswa PPBS juga mengajak anak-anak panti berinteraksi melalui sesi ice breaking dan berbagai permainan ringan. Suasana kebersamaan terlihat jelas saat para mahasiswa dan anak-anak panti berbaur dalam kegembiraan.
Pihak pengelola Panti Asuhan Samiyah Amal Insani menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan ini. Mereka berharap bantuan dan perhatian yang diberikan dapat memberikan motivasi tambahan bagi anak-anak panti untuk terus semangat belajar.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan bingkisan bantuan sosial secara simbolis, doa bersama yang dipimpin perwakilan penghuni panti, serta sesi foto bersama.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan nilai-nilai kemanusiaan dan empati dapat tumbuh subur di kalangan mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan. Sinergi antara generasi senior (pensiunan) dan generasi muda UPI ini membuktikan bahwa pengabdian masyarakat tidak mengenal batas usia. (DN)

