
Cianjur, UPI
Sebanyak 18 pemuda anggota Koperasi Kayambang di Desa Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, mendapatkan pelatihan inovasi pengolahan limbah plastik berbasis teknologi tepat guna pada 29–30 Juli 2026. Pelatihan yang digagas oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini memanfaatkan inovasi mesin pencacah (crusher) untuk mengubah sampah botol plastik menjadi komoditas bernilai jual tinggi sekaligus mendukung Program Citarum Harum.
Tim pengabdian yang diketuai Prof. Dr. Ir. H. R. Aam Hamdani, M.T., IPM., bersama Prof. Dr. Bambang Darmawan, M.M., Asep Hadian Sasmita, M.Pd., dan Dr. Sudjani, M.Pd., memperkenalkan terobosan teknologis guna menekan pencemaran di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum melalui pendekatan circular economy.
Prof. Aam Hamdani menegaskan bahwa sentuhan inovasi teknologi ini dirancang untuk menciptakan kemandirian ekonomi berbasis kelestarian lingkungan di tingkat desa.
“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga pendampingan teknis hingga simulasi bisnis. Lewat inovasi pengolahan ini, pemuda koperasi dapat secara mandiri mengelola limbah plastik menjadi produk bernilai jual tinggi,” ujar Prof. Aam saat membuka kegiatan.
Materi pelatihan disampaikan dalam tiga sesi selama dua hari. Pada hari pertama, Dr. Sudjani, M.Pd. membuka rangkaian dengan materi mengenai konsep pelestarian lingkungan hidup dan dampak pencemaran sampah plastik, termasuk bahaya mikroplastik dan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Sesi ini terbukti meningkatkan pemahaman peserta hingga 35 persen, berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang diberikan panitia. Sesi kedua pada hari yang sama membahas kewirausahaan ramah lingkungan, sementara hari kedua diisi dengan praktik langsung pengoperasian mesin pencacah.

Langkah inovatif ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Bojongpicung serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur. Ke depan, tim pengabdian dan pengurus Koperasi Kayambang menyepakati pendampingan berkala guna memastikan keberlanjutan unit bisnis baru ini.
Melalui pemanfaatan inovasi mesin pencacah plastik, pemberdayaan pemuda di Desa Bojongpicung ini diharapkan menjadi model percontohan (pilot project) yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain di sepanjang DAS Citarum guna mempercepat pemulihan ekosistem sungai terbesar di Jawa Barat tersebut. (DN)

