
Bandung, UPI
Kolaborasi strategis antara mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersama PLN Puslitbang berhasil melahirkan inovasi kendaraan ramah lingkungan, yaitu motor hidrogen FCEV JAWARA. Inovasi ini membuktikan kontribusi pendidikan vokasional dalam pengembangan teknologi otomotif masa depan.
Motor hidrogen ini merupakan hasil riset terapan yang berawal dari keikutsertaan tim UPI dalam ajang nasional PLN ICE 2024. Tim riset UPI berhasil ditetapkan sebagai salah satu dari dua tim terbaik dan memperoleh pendanaan riset dari PLN Puslitbang, menegaskan sinergi kuat antara kampus dan industri.
Motor FCEV JAWARA menggunakan teknologi fuel cell untuk mengubah hidrogen menjadi energi listrik tanpa menghasilkan emisi (zero emission). Berdasarkan uji coba dan perhitungan teknis, kendaraan ini menunjukkan efisiensi luar biasa, yakni mampu menempuh jarak hingga 428 km hanya dengan 2 liter hidrogen.
Tim riset yang terdiri dari sepuluh mahasiswa di bawah UKM Kompetitif UPI dan didukung penuh dosen Pendidikan Teknik Otomotif FPTI UPI, memastikan seluruh tahapan pengembangan, mulai dari desain hingga integrasi sistem fuel cell, berjalan sesuai standar rekayasa industri.

“Dukungan penuh dari Dosen-dosen Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif dan FPTI UPI memastikan setiap tahapan riset berjalan sesuai standar rekayasa industri,” ujar tim pengembang.
Motor ini juga dilengkapi berbagai fitur modern, di antaranya sensor kebocoran hidrogen, sistem IoT monitoring, GPS tracker, RFID security, dan regenerative braking, menjadikannya prototipe kendaraan cerdas dan aman. Seluruh proses produksi dan pengujian dilakukan di laboratorium FPTI UPI yang beroperasi 24 jam.
Inovasi FCEV JAWARA merupakan langkah nyata mahasiswa FPTI UPI dalam mendukung transformasi energi nasional dan berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Secara khusus, inovasi ini mendukung SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, melalui pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi rendah emisi; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, lewat riset teknologi fuel cell dan integrasi sistem kendaraan cerdas; SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan, dengan mendorong penggunaan kendaraan tanpa polusi udara; dan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, karena teknologi ini secara langsung mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi.
Motor hidrogen FCEV JAWARA diharapkan menjadi representasi keberhasilan akademik dan wujud kontribusi generasi muda dalam membangun masa depan transportasi hijau di Indonesia. (Moh Zidan/H.H)

