Bandung, UPI – Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), semakin menguatkan langkah internasionalisasinya dengan menyambut Dr. Elisa Tullia Bertuzzo sebagai Lektor DAAD. Kehadirannya di UPI merupakan bagian dari program DAAD-Lektor, inisiatif Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) yang menugaskan dosen tamu di berbagai universitas di dunia, termasuk Indonesia.

Para Lektor DAAD berperan memperkaya pembelajaran bahasa Jerman, memperkenalkan budaya, masyarakat, sejarah, serta politik Jerman, dan memberikan informasi terbaru mengenai peluang akademik maupun perkembangan studi di Jerman. Di UPI, Dr. Elisa akan bertugas selama dua tahun ke depan untuk mengajar bahasa Jerman, termasuk mata kuliah penerjemahan, sekaligus membuka ruang dialog interkultural yang lebih luas bagi mahasiswa.

Dr. Elisa, yang berkewarganegaraan Italia dan Jerman, meraih Dr. phil. di bidang Urban Studies pada Habitat Unit, Departemen Arsitektur, Technische Universität Berlin (2008) serta MA di bidang Sastra Bandingan di Freie Universität Berlin (2004). Dengan latar belakang akademik yang kuat dan lintas disiplin, beliau tidak hanya menghadirkan pembelajaran bahasa Jerman yang komprehensif, tetapi juga memperkaya wawasan mahasiswa mengenai isu-isu urban, masyarakat, dan budaya kontemporer.

Menariknya, Dr. Elisa juga bersemangat untuk belajar bahasa Indonesia dan mengenal budaya lokal. Baginya, memahami bahasa dan budaya Indonesia merupakan kunci agar lebih dekat dengan mahasiswa. “Dengan memahami bahasa Indonesia, saya bisa lebih dekat dengan mahasiswa, memahami cara mereka berpikir, dan itu sangat membantu saya dalam mengajar bahasa Jerman maupun mata kuliah penerjemahan,” ungkapnya penuh antusias.

Dalam kesempatan penyambutan, Kaprodi Pendidikan Bahasa Jerman, Irma Permatawati, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Dr. Elisa. “Kami sangat bersyukur dan bangga dapat bekerja sama dengan DAAD. Kehadiran Dr. Elisa akan memperkuat kualitas pembelajaran bahasa Jerman di prodi kami, sekaligus memberikan pengalaman akademik yang lebih luas bagi mahasiswa. Ini adalah kesempatan emas bagi kami untuk belajar langsung dari dosen asing yang berpengalaman,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FPBS UPI, Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd.  mewakili pimpinan fakultas, menegaskan pentingnya kolaborasi internasional bagi pengembangan akademik. “Program ini merupakan wujud nyata internasionalisasi pendidikan di UPI. Kami berharap kerja sama dengan DAAD tidak hanya memperkaya pembelajaran bahasa Jerman, tetapi juga membuka peluang riset, pertukaran akademik, dan jejaring global yang lebih luas,” jelasnya.

Kehadiran Dr. Elisa di UPI juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui pengajaran bahasa asing yang interaktif dan kontekstual, beliau memperkuat SDG 4 (Pendidikan Bermutu). Upayanya menjembatani pemahaman antarbudaya berkontribusi pada SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan memberi akses belajar yang inklusif, sementara penugasannya sebagai Lektor DAAD memperkokoh SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kolaborasi akademik antara UPI dan lembaga pendidikan Jerman.

Dengan hadirnya Dr. Elisa, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jerman UPI berkesempatan memperoleh pengalaman belajar yang lebih kaya: tidak hanya menguasai bahasa Jerman, tetapi juga memahami keterkaitannya dengan budaya dan identitas global. Kehadirannya diharapkan menjadi jembatan akademik yang memperkuat daya saing UPI di tingkat internasional.

Kontributor: Neta