Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis bekerjasama dengan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia bekerjsama dengan Dikominfoo Jabar dan SETI ITB menyelenggarakan kegiatan Jabar Digital Academy Talk (6/5/2025). Program ini merupakan sesi ke-11 dengan mengangkat tema career explorer panel : programming vs digital marketing, pilih jalur karir mu dari sekarang.

Narasumber Jabar Digital Academy Talk sesi 11 ini yaitu Wakil Dekan Bidang Akademik FPEB UPI, Dr. Heny Hendrayati, S.IP.,MM serta Ir. Windy Gambeta, MBA yang merupakan dosen STEI ITB, serta Pofi Putri Utami selaku konsultan e-government. 

Wakil Dekan Bidang Akademik FPEB UPI, sekaligus narasumber JDA Talk, Dr. Heny Hendrayati, S.IP.,MM menjelaskan bahwa memasuki era transformasi digital dan perubahan cepat dalam struktur dunia kerja, sertifikasi kini tidak lagi dipandang sebagai tambahan, tetapi telah menjadi elemen strategis yang memperkuat daya saing lulusan perguruan tinggi. 

Melihat tren di masa depan, sertifikasi tentu akan menjadi komponen integral dan wajib dalam ekosistem pendidikan tinggi yang berorientasi pada kompetensi dan pengakuan global. Tantangan Revolusi Industri 4.0, perkembangan kecerdasan buatan, dan ekonomi digital akan terus menuntut lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah akademik, tetapi juga portofolio kompetensi profesional yang dapat dibuktikan secara objektif dan bersertifikasi.

Dr. Heny Hendrayati, S.IP.,MM  menjelaskan dalam lanskap global yang terus bergerak menuju era disrupsi teknologi, dunia industri tidak lagi sekadar mencari lulusan yang “berpendidikan tinggi”, tetapi lebih jauh, mereka mencari insan-insan muda yang siap kerja, tangguh, dan bernilai tambah di tengah kompetisi yang ketat dan perubahan yang serba cepat. Kebutuhan industri hari ini tidak statis—ia berkembang seiring revolusi digital, globalisasi, dan munculnya model bisnis baru berbasis teknologi.

Melihat dinamika yang berkembang, profil lulusan perguruan tinggi yang telah berhasil masuk ke dunia kerja umumnya memiliki karakteristik yang khas: mereka bukan hanya pembelajar yang baik, melainkan juga pelaku yang terampil dan adaptif. Mereka adalah para lulusan yang tidak berhenti pada pencapaian akademik semata, melainkan juga aktif membentuk dirinya di luar ruang kuliah.

Pada kegiatan ini, Dr. Heny Hendrayati, S.IP.,MM  banyak membahas Digital Marketing.  Menuutnya, di era disrupsi teknologi dan globalisasi digital, Digital Marketing tidak lagi sekadar menjadi pilihan teknis dalam strategi pemasaran, melainkan telah menjelma menjadi fondasi utama dari transformasi industri kreatif. Dunia telah berubah secara radikal—dari lanskap ekonomi yang dahulu didominasi oleh kekuatan manufaktur dan fisik, kini beralih pada nilai-nilai intangible: kreativitas, inovasi, dan informasi. Di sinilah industri kreatif mengambil peran utama, dan di dalamnya, Digital Marketingberdiri sebagai jembatan antara ide dan dampak, antara produk dan persepsi, antara pelaku dan konsumen.

Digital Marketing penting karena ia menjadi bahasa baru dalam komunikasi bisnis dan sosial, serta menjadi kekuatan yang mampu mempengaruhi perilaku manusia dalam skala yang sangat masif. Di tengah masifnya penggunaan internet, smartphone, media sosial, dan platform digital lainnya, keberadaan produk atau layanan tidak cukup hanya dengan kualitas yang baik—ia harus terlihat, terdengar, terasa, dan paling penting: terhubung secara emosional dengan audiensnya.

Industri kreatif, dengan Digital Marketing sebagai garda terdepannya, adalah ruang pertumbuhan dan inovasi yang tak terbatas. Ia membuka peluang bagi siapa saja—tidak peduli latar belakang sosial, ekonomi, atau akademik—untuk berkontribusi, berkarya, dan berdaya. Dunia membutuhkan pemuda-pemudi yang tidak hanya cerdas dalam teori, tetapi juga mahir mengartikulasikan ide dan membangun koneksi melalui bahasa digital (Kontributor Humas UPI/FPEB UPI)