Bandung, UPI

Direktur Kampus UPI di Cibiru Prof. Dr. Deni Darmawan, S. Pd., M. Si., M. Ikom., MCE., beserta jajarannya menerima Kunjungan Kerja MWA UPI ke Kampus UPI di Cibiru. Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Tatang Muhtar, M.Si., beserta anggotanya yang mewakili Ketua MWA UPI Jenderal TNI (Purn.) Dr. (H.C.). Agum Gumelar, M.Sc., dan Rektor UPI Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A. Pertemuan tersebut berlangsung di Auditorium Kampus UPI di Cibiru Jalan Pendidikan No. 15, Kabupaten Bandung, Senin (3/6/2024).

Menurut penuturan Prof. Deni Darmawan, rombongan yang hadir di Cibiru dimaksudkan untuk mengetahui tentang berbagai macam masalah di bidang akademis. Tujuan lainnya adalah dalam rangka untuk menyesuaikan dan mengoptimalkan perkembangan pembangunan Kampus UPI di Cibiru. Apa dan seperti apa perubahannya dalam dua tahun terakhir di periode 2022-2024.

“Untuk diketahui, pertama-tama kami sudah membangun sistem networking. Kekuatan akses internet di tahun ini, kami mendapatkan 600 mbps. Kedua, terkait masalah Sumber Daya Manusia. Kami dituntut selama kurun waktu dua tahun ini bisa menghasilkan doktor sebanyak 6 orang. Sementara itu, yang sedang berproses sekitar 3 orang. Jadi, 9 doktor sudah dihasilkan sesuai dengan tuntutan belanja masalah dari MWA dan rombongannya,” ungkapnya.

Yang ketiga yaitu membangun infrastruktur itu sendiri, ungkapnya lagi, tentunya permasalahan yang berkaitan dengan SDM dan akses networking digitalisasi itu harus ada wadahnya. Kami baru saja menyelesaikan pembangunan gedung baru yang berjumlah 39 ruangan kelas, dengan 3 laboratorium, yaitu laboratorium multimedia, laboratorium robotik, dan laboratorium teknik komputer. Kami juga membangun 2 ruangan micro teaching serta melakukan digitalisasi untuk perpustakaan atau e-library.

Diungkapkannya lagi,”Yang terakhir, kami diminta untuk  menambah jumlah dosen dan tendik. Alhamdulillah berkat  kebijakan Pak Rektor, kami bisa menerima 7 dosen baru. 3 orang doktor yang berasal dari pemerintahan, lembaga pusat dari Jakarta. Sementara itu, dua orang dari proses magang dan 6 orang melalui tes seleksi, jadi totalnya 9.”

Dengan demikian, lanjutnya, kami mampu memenuhi secara cepat keinginan Pak Rektor. Dengan cepat kami melakukan pemenuhan atas belanja solusi permasalahan atau tantangan yang ada di Cibiru. (dodiangga)