
Bandung, UPI
Ketertarikan terhadap budaya dan bahasa dapat menjadi pintu masuk bagi hubungan antarnegara yang erat. Hal tersebut dibuktikan oleh Fatimah Jamal, mahasiswa asal Mesir yang kini menempuh pendidikan doktoral (S3) Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Perjalanan Fatimah mengenal Indonesia bermula saat ia berkuliah S1 di Universitas Al-Azhar, Kairo. Kala itu, ia mengikuti kursus bahasa Indonesia di Pusat Kebudayaan Indonesia di Kairo dan berhasil menyabet juara pertama dalam lomba pidato bahasa Indonesia pada tingkat tiga perkuliahan.
Prestasi tersebut mengantarkannya berkunjung ke Indonesia selama 10 hari pada tahun 2018. Pada tahun yang sama, Fatimah kembali mengukir prestasi dengan meraih peringkat kedua dalam kompetisi bahasa Indonesia tingkat internasional.
“Dari 10 hari itu, meskipun waktu itu bahasa saya enggak terlalu bagus, masih tingkat tiga bahasa Indonesia, saya sudah terikat dan jatuh hati kepada Indonesia,” kenang Fatimah.
Pengalaman berkesan itu mendorongnya melanjutkan jenjang Magister (S2) Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Setelah merampungkan studi magisternya dan sempat kembali ke Mesir pada tahun 2025, Fatimah memutuskan kembali ke Indonesia pada tahun 2026 untuk menempuh jenjang doktoral di UPI dengan dukungan Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB).
Sebagai bagian dari penguatan akademik, Fatimah kini juga mengikuti program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Langkah akademiknya ini sejalan dengan rencana masa depannya untuk menjadi dosen, mengingat Program Studi Bahasa Indonesia baru saja dibuka di Universitas Al-Azhar, Mesir.
Menjelajah Nusantara dan Jatuh Cinta pada Keramahan Lokal
Bagi Fatimah, keberadaannya di Indonesia tidak sekadar untuk menuntut ilmu. Selama beberapa tahun menetap, ia telah menjelajahi berbagai daerah seperti Padang, Jakarta, Puncak, Karimunjawa, Semarang, Surabaya, Malang, Depok, hingga Bekasi.
“Memang cinta saya kepada Indonesia itu bikin saya harus bergerak untuk mengeksplor Indonesia, tidak harus diam di satu tempat aja,” tuturnya.
Salah satu hal yang paling berkesan bagi Fatimah adalah kehangatan dan keramahan masyarakat setempat. “Orang Indonesia senyum-senyum walaupun kita enggak kenal. Jadi, mungkin budaya ramah tamah di Indonesia itu sangat luar biasa dan saya sangat suka,” ungkapnya.
Kehadiran Fatimah mempertegas peran UPI dalam memfasilitasi mobilitas akademik sekaligus pertukaran budaya internasional. Direktur Kemitraan dan Urusan Internasional (DKUI) UPI, Dr. Pupung Purnawarman, M.S.Ed., Ph.D., turut memberikan salam hangat bagi para mahasiswa asing.
“Welcome to UPI. Enjoy your time here, enjoy your academic journey, and we hope you to be successful and also have enjoyable time,” sambut Pupung.
Melalui orientasi, program pendampingan, serta koordinasi antarunit, UPI terus memastikan seluruh mahasiswa internasional dapat beradaptasi secara optimal dan menjadi bagian utuh dari komunitas akademik kampus. (FauzanSp & Claudina, Caraka Muda)

