Lembang, UPI

Menjadi seorang pemimpin secara otodidak bukanlah perkara mudah, terlebih saat harus membangun kekompakan organisasi dari titik nol. Tantangan berat inilah yang kini tengah dihadapi oleh Ariel, Koordinator Utama Caraka Muda KKIPP Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) periode 2026.

Di sela-sela acara Malam Keakraban (Makrab) Caraka Muda yang digelar di Villa D’Leaf House, Lembang, Jumat (3/7/2026), Ariel membagikan kisah perjuangannya dalam menyatukan puluhan kepala demi membawa organisasi ini ke arah yang lebih formal.

Ditunjuk sebagai koordinator utama sejak masa orientasi menjadi pengalaman pertama bagi Ariel dalam memimpin sebuah tim besar. Ia mengaku sempat tertekan karena harus beradaptasi cepat dengan tugas keorganisasian sekaligus menghadapi berbagai karakter anggota.

Kondisi tersebut mencapai titik terendah ketika tanggung jawab memimpin organisasi datang bersamaan dengan pekan Ujian Akhir Semester (UAS), proyek kuliah, dan jadwal magang.

“Waktu itu sangat menantang karena saya harus membagi waktu dengan ekstra. Siang hari berjuang menghadapi UAS, dan malam harinya dihabiskan untuk menyelesaikan proyek kuliah serta urusan organisasi,” ungkap Ariel.

Beruntung, beban berat tersebut tidak dipikulnya sendiri. Melalui bimbingan intensif dari Kantor Informasi dan Pelayanan Publik (KKIPP) UPI serta dukungan hangat dari para alumni Caraka Muda, berbagai kendala awal operasional berhasil diselesaikan dengan baik.

Kerja keras Ariel mulai membuahkan hasil manis. Rasa lelahnya seketika terbayar saat melihat perkembangan positif dan mencairnya hubungan antaranggota di kepengurusan tahun ini.

Berdasarkan catatan kepengurusan terdahulu, setiap bidang atau divisi dalam Caraka Muda biasanya cenderung bergerak sendiri secara individualis. Namun, di bawah kepemimpinannya, suasana hangat justru tumbuh subur.

Saat ini, sekat ego antar-divisi mulai runtuh para anggota dari semua divisi hingga acara kini rutin berkumpul dan membaur. Komunikasi tidak lagi kaku dan terbatas pada rekan satu divisi, melainkan sudah terbangun secara personal.

Bagi Ariel, momentum Malam Keakraban di Lembang ini bukan sekadar ajang seru-seruan, melainkan fondasi penting untuk mengejar mimpi besar Caraka Muda ke depan.

Saat ini, Caraka Muda masih berstatus sebagai komunitas mahasiswa aktif. Oleh karena itu, Ariel menargetkan perubahan status yang signifikan dalam waktu dekat.

“Dalam jangka pendek, saya berharap Caraka Muda bisa terus tumbuh dan bertransformasi menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang secara resmi diakui oleh universitas. Dengan begitu, manajemen organisasi akan jauh lebih terstruktur dan terorganisir ke depannya,” pungkas Ariel optimis. (Adia/Prap/DN)