Bandung, UPI

Regita Cahyani, S.Tr.Par., M.Par., alumnus Program Studi Magister Pariwisata Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI), sukses mengubah ide di ruang kelas menjadi bisnis tur gastronomi terkemuka di Kota Palembang bertajuk Jejak Rasa Palembang.

Berawal dari tugas mata kuliah Pariwisata dan Kewirausahaan pada 2025 di bawah bimbingan dosen Dr. Dewi Turgarini dan Caria Ningsih, Ph.D., Regita bersama dua rekan sejawatnya mendirikan Wanderlust Andalas. Usaha berbasis project-based learning tersebut mulanya menawarkan paket wisata di tiga daerah: Palembang, Aceh, dan Danau Ranau.

Melihat respons pasar yang luar biasa pada potensi kuliner Palembang, Regita memilih untuk menseriusi dan mengembangkan jenama Jejak Rasa Palembang secara mandiri sejak resmi berdiri pada 1 Juni 2025.

Regita melihat adanya celah pasar yang belum tergarap optimal di Kota Pempek tersebut: wisata edukasi gastronomi yang menyusuri Sungai Musi menggunakan moda transportasi lokal kapal ketek.

“Potensi sejarah Sungai Musi sebagai jalur perdagangan sejak era Prasasti Kedukan Bukit dan Talang Tuwo sangat besar. Namun, paket wisata yang khusus mengemas cerita sejarah, bahan baku lokal, hingga tata cara santap otentik sambil menyusuri sungai masih sangat minim. Ceruk pasar itulah yang kami ambil,” ungkap Regita.

Jejak Rasa Palembang menghadirkan pengalaman multisensori. Wisatawan diajak memahami filosofi bahan pangan tempatan, menyaksikan keunikan penyajian, hingga mempraktikkan etika serta tradisi kuliner lokal, seperti tradisi Ngidang—tata cara makan bersama khas Palembang.

Saat ini, Jejak Rasa Palembang menawarkan dua rute utama, yakni Rute Timur dan Rute Selatan. Rute Timur mengajak wisatawan memulai perjalanan dari Benteng Kuto Besak menyusuri Sungai Musi menuju kawasan 3 Ilir Lemabang, Kawah Tengkurep, Pulau Kemaro, hingga menikmati Pindang Patin di Kampung Air dan ditutup dengan aktivitas memancing saat matahari terbenam. Rute Selatan membawa peserta mengunjungi situs bersejarah seperti Masjid Ki Marogan, Kampung Pempek, Rumah Kapitan berusia 300 tahun di 7 Ulu, mencicipi Sate Cucuk Manis di Rumah Baba Ong Boetjit, hingga singgah di Rumah Kembar Tuan Kentang di sentra kerajinan kain Songket.

Hingga kini, Jejak Rasa Palembang telah memandu lebih dari 6.000 wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Keberhasilan ini juga memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada ekosistem UMKM setempat.

Regita secara konsisten merangkul para pemilik warung kuliner lokal, perajin kain, hingga para pemudi dan pemilik kapal ketek di sepanjang aliran Sungai Musi untuk terlibat aktif dalam pengoperasian tur.

Keberhasilan mentransformasikan teori akademik menjadi unit usaha yang berdampak membuat Regita sering diundang menjadi narasumber di berbagai forum, media televisi lokal, hingga kembali ke kampus UPI sebagai pengajar tamu untuk menginspirasi juniornya di Program Magister Pariwisata.

Kisah Regita Cahyani menjadi bukti nyata bagaimana riset dan tugas akademik di perguruan tinggi, bila dikelola dengan ketajaman analisis pasar dan semangat pemberdayaan, mampu melahirkan inovasi bisnis yang melestarikan warisan budaya sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat. (Dewi Turgarini)