KKN Tematik 2021: Dampingi Guru Penggunaan Platform Synchronous Learning

Wabah Covid-19 di dunia berdampak pada seluruh sektor kehidupan, baik sektor ekonomi, sosial, dan pendidikan. Menyikapi adanya pandemi ini, pemerintah memberlakukan kebijakan-kebijakan baru guna menekan angka penyebaran virus ini.   Kebijakan yang diterapkan di sektor pendidikan adalah pembelajaran jarak jauh atau yang kerap dikenal daring (dalam jaringan). Pembelajaran yang biasanya dilakukan tatap muka di kelas, kini harus dilakukan tatap maya di rumah masing-masing. Akibatnya seluruh elemen pendidikan harus beradaptasi pembiasaan baru dengan meminimalisasi kegiatan yang berpotensi bertemu banyak orang, melakukan segala sesuatu secara virtual, hingga munculnya beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran jarak jauh.

Hal ini menimbulkan inovasi di bidang pendidikan, mulai dari digunakannya website sekolah maupun aplikasi untuk menunjang pembelajaran. Banyaknya aplikasi yang muncul memaksa para pelaku pendidikan untuk dapat menggunakannya, karena penyampaian materi, mengerjakan tugas, bahkan mengumpulkan tugas dapat dilakukan melalui website atau aplikasi. Tak dapat dipungkiri, hal ini masih menjadi polemik yang belum terselesaikan. Dalam penggunaan aplikasi video conference misalnya, tak jarang tenaga pendidik yang masih awam akannya.

Meminimalisasi hal tersebut, Hannisya Nada Salsadilla, Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini UPI Kampus Cibiru, penulis berinisiasi untuk melakukan pendampingan kepada guru TK Pertiwi III dalam menggunakan aplikasi video conference untuk synchronous learning sebagai upaya realisasi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Membangun Desa melalui Bidang Pendidikan dan Ekonomi (MDBPE-MBKM) di Universitas Pendidikan Indonesia.

Dalam pelaksanaan program KKN Tematik ini itikad baik ia diterima dengan baik oleh para tenaga pendidikan di TK Pertiwi III  yang bertempat di Komp. Pemda Ranca Sawo No. 31, Kota Bandung pada Senin 12 Juli 2021. Kebetulan pihak sekolah menginginkan adanya kegiatan ini, mengingat tahun ajaran baru akan segera dimulai. Ia memilih pendampingan dalam mengoperasikan aplikasi Google Meet, karena di tahun ajaran sebelumnya TK Pertiwi III hanya menggunakan fitur Video Call yang ada di aplikasi Whatsapp. Adapun dalam KKN tematik ini, dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Muh. Husen Arifin, M.Pd.

Ketidakbiasaan guru dalam penggunaan aplikasi ini mengharuskan mahasiswa untuk mendampingi para guru secara langsung atau luring (luar jaringan) dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Dalam pendampingan tersebut dilakukan tata cara membuat tautan rapat atau sering disebut link, cara bergabung di tautan yang sudah dibuat oleh orang lain, dan bagaimana membagikan tautan kepada para siswa melalui grup Whatsapp. Saat itu para guru juga meminta untuk mencoba membuat tautan rapat satu-persatu dan nanti semua guru mencoba bergabung ke setiap tautan, sehingga beliau akan mengetahui bagaimana cara membuat, membagikan dan bergabung ke dalam tautan.

Banyak kebingungan para guru dalam mengoperasikan aplikasi Google Meet ini. Mulai dari masa berlaku link, bagaimana cara memberi tahu para siswa untuk bergabung dalam link yang sudah dibuat oleh guru, hingga menanyakan alasan beliau tidak bisa bergabung ke suatu tautan. “Jangan banyak-banyak, ngajarinnya. Pusing.”, ujar Bu Aat, salah satu guru TK Pertiwi III. Syukurnya para guru juga semangat untuk memperoleh hal baru demi berlangsungnya program pendidikan.

“Di Tahun ajaran Baru ini ada Mahasiswa yg KKN di PG/TK PERTIWI III yang memberikan kesan yaitu selalu membantu kami di sekolah dalam hal IPTEK yang sangat dibutuhkan saat ini. Semoga semangat terus mewarnai kami guru2 di TK Pertiwi”, ujar Linda Fransiska Matindas, S. Pd. selaku Kepala Sekolah TK Pertiwi III setelah diadakannya program pendampingan ini.

Selain itu, kendala lain pada sektor pendidikan adalah perangkat pendukung pembelajaran jarak jauh. Mengingat ekonomi setiap keluarga tidak sama, terlebih saat kondisi seperti ini. Dibutuhkan kerja sama antara siswa, orang tua, dan guru untuk selalu mendukung setiap kegiatan anak yang berjalan dari rumah. Pandemi juga mengharuskan semua elemen pendidikan untuk selalu memperbaharui ilmunya, utamanya dalam penggunaan teknologi. Harapannya setelah terlaksananya pendampingan kepada guru ini, pembelajaran di TK Pertiwi III dapat berjalan efektif dan menambah semangat belajar peserta didik.

(JN)