
Kab. Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali memperlihatkan peran strategisnya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) lintas disiplin. Kali ini, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) dan Fakultas Kedokteran (FK) UPI menjalin kolaborasi sinergis dalam peningkatan literasi kesehatan kulit di lingkungan pesantren.
Mengusung tema “Cegah Kudisan Tingkatkan Iman: Literasi Kesehatan Kulit Berbasis Sastra untuk Pesantren Sehat dan Berdaya,” kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Modern Ilmu Al-Qur’an Nurrohmah II, Pasirhuni, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Fokus kegiatan tidak hanya pada penyuluhan medis, tetapi juga pemberdayaan literasi melalui pendekatan sastra.
Kegiatan ini melibatkan narasumber dari dua bidang keilmuan yang berbeda namun saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain. Dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) UPI hadir Dr. Halimah, M.Pd. selaku Ketua Tim PkM dan Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd., sementara dari Fakultas Kedokteran (FK) UPI hadir dr. Gita S. Purnama Adiprima, Sp.KK. dan dr. Muhammad Ersyad Hamda, M.Kes.
Tim gabungan FPBS dan FK UPI secara kolaboratif merancang program yang mengintegrasikan edukasi tentang kesehatan kulit, khususnya upaya pencegahan penyakit scabies (kudisan), dengan kegiatan literasi kreatif. Dalam pendekatannya, program ini tidak hanya memberikan pemahaman medis mengenai kebersihan dan kesehatan kulit, tetapi juga membangkitkan kesadaran melalui media sastra seperti pantun dan cerita pendek bertema kesehatan.
Kegiatan ini mencerminkan penerapan nyata dari prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan yang baik melalui edukasi kesehatan berbasis komunitas, serta menyediakan pendidikan berkualitas dengan metode yang kontekstual dan partisipatif. Pendekatan lintas disiplin ini membuktikan bahwa sinergi antara ilmu kesehatan dan sastra dapat menciptakan dampak yang luas dan berkelanjutan dalam peningkatan literasi kesehatan di kalangan santri.
Sastra dan Kesehatan Berpadu di Lingkungan Pesantren
Kegiatan dibuka dengan pemaparan dari dr. Ersyad mengenai pentingnya menjaga kebersihan pribadi dan mengenali gejala penyakit kulit. Sesi ini memberi pemahaman ilmiah yang mudah dipahami para santri. Dilanjutkan oleh Prof. Yulianeta yang mengajak santri mengekspresikan pemahaman mereka melalui pantun bertema kesehatan. “Sastra bisa jadi media yang menyenangkan sekaligus menyadarkan,” ujarnya dalam sesi interaktif tersebut.

Sesi selanjutnya dipandu oleh Dr. Halimah, yang memperkuat keterampilan menulis narasi pendek bertema PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Sementara itu, tim mahasiswa FK UPI melaksanakan pemeriksaan dan edukasi kesehatan secara langsung kepada para santri.
Kesan Santri: Ilmu yang Bermanfaat dan Menginspirasi

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para santri. “Selalu melakukan acara-acara seperti ini di sekolah-sekolah lain maupun di lingkungan masyarakat, agar membantu memberi wawasan baru dan menjadikan kampus lebih terkenal,” ujar Baraka, santri kelas 9. Sementara Hania, santri kelas 9, mengungkapkan, “Senang karena Bapak, Ibu, beserta kakak-kakak panitianya sangat menyenangkan, juga ibu dan bapak narasumbernya dapat menjelaskan materi yang mudah dipahami oleh para santri.”
Melalui pendekatan kolaboratif antara sains dan humaniora, program ini tidak hanya menanamkan kesadaran akan pentingnya kesehatan kulit, tetapi juga membangun kemampuan literasi kritis dan ekspresif pada santri. Model pengabdian lintas disiplin seperti ini diharapkan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain dalam menjawab tantangan sosial melalui ilmu pengetahuan.



