Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia bekerjasama dengan ASPROPENDO meluncurkan Kurikulum Inti Pendidikan Ekonomi Jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) serta Workshop Kurikulum OBE dan Deep Learning

Kediatan dihadiri pimpinan dewan pakar ASPROPENDO yaitu Prof. Dr. Sri Umi Mintarti, S.E., M.P., Ak selaku Dewan Pembina beserta Prof. Dr. eeng Ahman dan Prof Dr Dwi Atmono selaku anggota dewan pakar serta Dr. Aniek Hindrayani, S.E., M.Si selaku Ketua Umum ASPROPENDO. Para narasumber yang hadir yaitu Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.A., Prof. Dr. Neti Budiwati, Dr. Leny Noviani, Dr. Adhika Ganendra, dan Dr. Dhiah Fitrayati. Kegiatan dihadiri secara lengkap oleh para dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi FPEB UPI.

Wakil Dekan Bidang Akademik FPEB UPI, Dr. Heny Hendrayati, S.IP., M.M, menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat relevan dan tepat waktu. Sejalan dengan arahan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang baru, yang menekankan pentingnya desain kurikulum yang fleksibel, kontekstual, dan berbasis pada kecerdasan buatan serta pemanfaatan teknologi pembelajaran mendalam, kita sebagai institusi pendidikan tinggi dituntut untuk lebih tanggap dan progresif dalam merespons perubahan global.

Menurutnya, Pendekatan Outcome Based Education (OBE) menjadi pondasi penting dalam merancang kurikulum yang fokus pada capaian nyata lulusan—bukan sekadar konten. Sementara itu, integrasi deep learning bukan hanya soal teknologi, tetapi juga filosofi belajar yang menekankan pemahaman yang bermakna, pembelajaran adaptif, dan pengembangan daya pikir reflektif.
Dr. Heny Hendrayati, S.IP., M.M menjelaskan bahwa melalui launching hari ini, kita bukan hanya memperkenalkan dokumen kurikulum baru. Kita sedang mendeklarasikan sebuah komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan ekonomi yang lebih relevan dengan era disrupsi, dan lebih siap mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki literasi digital, empati sosial, dan daya saing global.
Ia percaya, bahwa forum ini akan menjadi titik awal kolaborasi yang lebih kuat di antara para pendidik ekonomi di seluruh Indonesia. Semoga dalam workshop yang berlangsung hari ini dan besok, akan terbangun ekosistem diskusi yang terbuka, reflektif, dan solutif.
Dr. Heny Hendrayati, S.IP., M.M mengharapkan semoga kurikulum inti yang diluncurkan ini dapat segera diadopsi, diuji, dan disempurnakan melalui praktik-praktik pembelajaran nyata di kampus kita masing-masing. Inilah saatnya kita menyatukan arah: memperkuat pendidikan ekonomi nasional dengan standar akademik yang tinggi dan semangat inovasi yang tak pernah padam (Kontributor Humas UPI/FPEB UPI)

