
Bandung, UPI
Berdirinya Fabrication Laboratory Education (Fablab Edu) di Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) merupakan hasil kerja sama antara UPI, Indonesia dengan Sogang University, Korea. Pendirian Fablab Edu tidak hanya di UPI saja, rencananya akan dibangun juga di Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSA). UPI merupakan ketua konsorsium pendirian Fablab Edu, dan keberadaan Fablab Edu di UPI menjadi pilot project untuk pembangunan di UNNES dan UNDIKSA.
Pernyataan tersebut disampaikan LUPIC Project Manager for Indonesia Side Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si., dalam sebuah wawancara di sela-sela peresmian Fablab Edu di Gedung FPMIPA C Kampus UPI Bumi Siliwangi Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Selasa (14/5/2024).

Prof. Asep Kadarohman mengatakan bahwa pendirian Fabrication Laboratory Education di Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa Pendidikan Kimia dan Pendidikan IPA terhadap teknologi digital, dan juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan sains khususnya pendidikan kimia di Indonesia.
“Untuk diketahui, saat ini kita memasuki era teknologi digital, sehingga perlu diupayakan bagaimana cara kita memanfaatkan produk-produk atau teknologi digital ini untuk membuat media-media di dalam pendidikan,” ujarnya.
Diceritakan lebih lanjut, bahwa pembiayaan pendirian Fablab Edu semuanya dari Pemerintah Republik Korea melalui konsorsium yang bernama Leading University Project for International Cooperation (LUPIC) yang pimpin oleh Prof. Won Koo Lee dari Sogang University sebagai Director-nya.
Kembali ditegaskannya,”Fablab Edu dibangun dengan maksud untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa terhadap pemanfaatan teknologi digital. Fablab Edu hanya salah satu produk kerja sama, masih banyak produk-produk yang lain. Dalam waktu dekat kami akan membuat micro teaching yang sekaligus bisa digunakan sebagai Video Production House. Untuk tahun ini, akan dilakukan pengadaan microscale organic kit, sementara itu untuk tahun depan akan dilakukan pengadaan UV-VIS, dan beberapa peralatan laboratorium lainnya yang diperlukan untuk kegiatan praktik mahasiswa.”

Keberadaan Fablab Edu, ungkap Prof. Asep Kadarohman, nantinya tidak hanya dimanfaatkan oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia dan Prodi Kimia saja, tapi oleh semua mahasiswa di UPI dan juga masyarakat luas. Oleh karena itu, pada kegiatan pembukaan lab ini kita mengundang para guru, agar mereka bisa paham tentang bagaimana menggunakan alat-alat di Fablab Edu untuk meningkatkan proses belajar.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur LUPIC dari Sogang University Prof. Won Koo Lee mengungkapkan jika program ini akan berlangsung selama 6 tahun. Dikatakannya,”Saya berharap Indonesia dan Korea akan menjadi teman yang lebih dekat dan baik di masa depan. Ini merupakan hasil kerja sama antara Sogang University, Korea dan UPI, Indonesia. Kami memiliki program kerja sama sejak tahun lalu dan kerja sama ini akan berlangsung 6 tahun hingga tahun 2029.”
Kerja sama di tahun pertama sudah menghasilkan sebuah produk, yaitu berdirinya Fabrication Laboratory Education (Fablab Edu), ungkapnya. Program kolaborasi ini diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Republik Korea. Program tersebut mendukung pengembangan sistem pendidikan dan meningkatkan kapasitas pendidikan kimia serta memperbaiki lingkungan pendidikan di negara-negara berkembang di dunia. (dodiangga)



