
Uzbekistan, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menegaskan komitmennya untuk memperluas dan memperkuat kerja sama internasional dengan Tashkent State University of Economics (TSUE), Uzbekistan. Komitmen ini mencakup pengembangan mobilitas mahasiswa, pertukaran dosen, kolaborasi riset, hingga peningkatan kualitas layanan bagi mahasiswa internasional.
Penegasan tersebut disampaikan Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., dalam momentum peringatan Dies Natalis ke-95 TSUE di Uzbekistan, Kamis (29/10/2026).
Dalam sambutannya, Prof. Didi memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjalanan panjang TSUE selama hampir satu abad dalam memajukan ilmu pengetahuan dan pengabdian masyarakat.
“Kami menyampaikan selamat dan apresiasi mendalam atas perjalanan 95 tahun TSUE dalam mengabdi pada dunia pendidikan tinggi dan penelitian. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus memperluas kontribusi kedua universitas dalam membangun pendidikan tinggi yang berorientasi global,” ujar Prof. Didi Sukyadi, Kamis (29/10/2026).
Kemitraan antara UPI dan TSUE sendiri telah terjalin sejak penjajakan awal pada 2020 dan diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 2021. Sejak saat itu, jumlah mahasiswa yang terlibat dalam program pertukaran terus mengalami peningkatan signifikan.
Jika pada 2022 program ini hanya diikuti oleh 10 mahasiswa magister, angka tersebut melonjak menjadi 75 orang pada 2024, hingga mencapai 122 mahasiswa jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2) pada tahun 2026 ini. Program tersebut mencakup Program Studi Manajemen (S1 dan S2), Pendidikan Ekonomi (S2), serta Akuntansi (S1).
Selain mobilitas mahasiswa, program pertukaran dosen juga rutin berjalan sejak 2022. Setiap semester, dua dosen UPI bertolak ke Uzbekistan dengan dukungan penuh dari TSUE untuk berbagi pengetahuan, mengajar, serta menjajaki riset bersama.
Prof. Didi menggarisbawahi bahwa keberhasilan pendidikan internasional tidak sekadar diukur dari banyaknya jumlah peserta, melainkan dari kualitas pengalaman belajar, kenyamanan, serta keberhasilan adaptasi budaya. Oleh karena itu, UPI terus membenahi fasilitas pendukung, seperti asrama, pendampingan akademik, hingga pengenalan budaya lokal seperti membatik dan bermain angklung.
“Keberhasilan pendidikan internasional tidak semata-mata diukur berdasarkan jumlah mahasiswa yang berpartisipasi, tetapi dari kualitas pembelajaran, kemampuan beradaptasi, serta kontribusi positif mahasiswa terhadap masyarakat. Kami berkomitmen menyediakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan mendukung,” tuturnya.
Tingkatkan Kualitas Layanan bagi Mahasiswa Internasional
Dalam pengembangan pendidikan internasional, UPI juga menekankan pentingnya kualitas pengalaman belajar dan kesejahteraan mahasiswa. Penerimaan mahasiswa internasional tidak cukup hanya melalui penyediaan akses pendidikan, tetapi perlu didukung oleh lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan mampu membantu mahasiswa beradaptasi dengan kehidupan di negara tujuan.
Untuk mendukung hal tersebut, UPI terus melakukan upaya perbaikan layanan, termasuk dalam aspek asrama mahasiswa, sistem penerimaan mahasiswa internasional, pendampingan akademik, dan dukungan terhadap kebutuhan mahasiswa selama menjalani studi di Indonesia.
Pendampingan tersebut mencakup bantuan ketika mahasiswa menghadapi kendala kesehatan, kesulitan akademik, maupun persoalan adaptasi sosial dan budaya. Mahasiswa juga memperoleh kesempatan mengikuti berbagai kegiatan pengenalan budaya Indonesia, seperti membatik, memainkan angklung, serta berpartisipasi dalam kegiatan International Day.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Uzbekistan tidak hanya mengenal kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga berkesempatan memperkenalkan tradisi dan kuliner negara asal mereka kepada sivitas akademika UPI.
Interaksi lintas budaya ini menjadi bagian penting dalam membangun sikap saling menghormati, memperkuat persahabatan, dan mengembangkan kompetensi global mahasiswa.
UPI memandang bahwa keberhasilan pendidikan internasional tidak semata-mata diukur berdasarkan jumlah mahasiswa yang berpartisipasi. Keberhasilan juga tercermin dari kualitas pembelajaran, kemampuan beradaptasi, keberhasilan menyelesaikan studi, serta kontribusi positif mahasiswa terhadap masyarakat di lingkungan tempat mereka belajar.
Lima Agenda Strategis Pengembangan Kerja Sama
Untuk memastikan keberlanjutan kemitraan, UPI mengidentifikasi sejumlah peluang strategis yang dapat dikembangkan bersama TSUE.
Pertama, memperkuat program mobilitas mahasiswa agar mahasiswa dari kedua universitas memperoleh pengalaman akademik dan budaya yang bermakna.
Kedua, memperluas kolaborasi pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah bersama, dan konferensi akademik, khususnya dalam bidang Akuntansi, Manajemen, Pendidikan Ekonomi, serta bidang lain yang menjadi kepentingan bersama.
Ketiga, menjajaki pengembangan program akademik bersama, pertukaran dosen, pembimbingan bersama tesis magister, dan penelitian kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan Indonesia, Uzbekistan, serta masyarakat internasional.
Keempat, meningkatkan kualitas sistem pendukung mahasiswa internasional, meliputi akomodasi, penerimaan mahasiswa, bimbingan akademik, pendampingan terkait keuangan, dan akses terhadap layanan esensial.
Kelima, memperkuat mekanisme kelembagaan agar kerja sama dapat terintegrasi ke dalam strategi jangka panjang kedua universitas dan tidak hanya bergantung pada inisiatif individu.
Pengembangan agenda tersebut memerlukan dukungan pimpinan perguruan tinggi dan pemerintah, terutama dalam penyediaan sumber daya, penguatan kebijakan, serta penciptaan lingkungan yang mendukung kolaborasi akademik lintas negara.

Bangun Kemitraan untuk Masa Depan Pendidikan Global
Peringatan Dies Natalis ke-95 TSUE menjadi momentum untuk memperbarui komitmen bersama dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak global.
Hubungan UPI dan TSUE menunjukkan bahwa perbedaan geografis, bahasa, dan tradisi budaya tidak menjadi penghalang bagi pengembangan kerja sama. Sebaliknya, keberagaman tersebut dapat menjadi modal untuk memperluas perspektif akademik, membangun pemahaman lintas budaya, dan memperkuat hubungan antarmasyarakat.
Melalui keberlanjutan kemitraan ini, UPI berharap dapat memperluas kesempatan belajar bagi mahasiswa, memperkuat produktivitas akademik dosen, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pendidikan, ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.
Momentum peringatan 95 tahun TSUE sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi dalam membangun generasi yang kompeten, berintegritas, memiliki wawasan global, serta mampu menjadi penghubung persahabatan dan kerja sama antarbangsa.
Universitas Pendidikan Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Tashkent State University of Economics sebagai bagian dari upaya membangun pendidikan tinggi yang berkualitas, memperluas jejaring internasional, dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia, Uzbekistan, dan dunia.
Menutup pernyataannya, Prof. Didi menegaskan bahwa perbedaan latar belakang geografis dan budaya bukanlah penghalang, melainkan aset berharga untuk memperluas cakrawala akademik.
“Hubungan UPI dan TSUE membuktikan bahwa perbedaan geografis dan budaya justru menjadi modal untuk memperluas perspektif akademik dan memperkuat persahabatan antarbangsa. UPI berkomitmen untuk terus bermitra dengan TSUE demi menciptakan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia, Uzbekistan, dan dunia,” pungkasnya. (DN)

