
Bandung, UPI
Komarudin, S.Pd., M.I.P., adalah Kepala Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang. Komarudin merupakan alumni Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) (sekarang menjadi Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) UPI) yang menempuh pendidikannya di tahun 1998 hingga 2002.

Komarudin memiliki jiwa leadership yang kuat dengan motivasi kerja yang tinggi serta inovasi yang luas untuk meningkatkan kapasitas diri dan tim dalam lingkungan pekerjaan.
Sosok pemimpin visioner yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Wantilan untuk periode 2018 hingga sekarang tersebut, terus menunjukkan dedikasi dan inovasinya dalam membangun desa.
Dengan jiwa kepemimpinan yang kuat serta motivasi tinggi, ia berhasil membawa Desa Wantilan meraih berbagai prestasi di tingkat nasional hingga internasional.
Selesai menempuh pendidikan sarjananya di bidang Pendidikan Teknik Mesin di UPI pada tahun 2002, dirinya melanjutkan studi Magister Ilmu Pemerintahan di Universitas Jenderal Achmad Yani. Dengan latar belakang akademik yang kuat, ia memiliki bekal kepemimpinan yang matang untuk mengelola pemerintahan desa.

Sebelum menjabat sebagai Kepala Desa Wantilan sejak 2018, Komarudin memiliki pengalaman panjang di dunia industri. Ia pernah menjabat sebagai General Manager di PT. YOUTEX (2007- 2016), Manager Washing di PT. HANDSOME (2017), dan Manager Produksi di PT. YOUTEX (2018). Pengalaman ini membentuknya menjadi pemimpin yang tidak hanya memahami aspek administratif, tetapi juga memiliki wawasan luas dalam manajemen dan pengelolaan sumber daya.
Di bawah kepemimpinannya, Desa Wantilan berhasil menyabet berbagai penghargaan bergengsi, antara lain Juara 3 Internasional Desa Percontohan Terbaik, “SAEMAUL International Forum”, tahun 2023; Terbaik 1 Pengelolaan Bumdes, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat tahun 2024; Terbaik ke 3 Desa Cantik, Badan Pusat Statistik Jawa Barat, tahun 2023; Juara 1 Lomba Desa tingkat Kabupaten Subang, Pemerintah Kabupaten Subang, tahun 2022; Juara 1 Lomba BUMDesa Jawara tingkat Kabupaten Subang, Pemerintah Kabupaten Subang, tahun 2022; dan Juara 1 TPS 3 R Saemaul Terbaik di wilayah barat Tingkat Kabupaten Subang, Yayasan Global Saemaul Indonesia (YGSI), tahun 2022; serta Desa Percontontohan Saemaul (Sister City Gimcheon Korea dan Kabupaten Subang), Yayasan Global Saemaul Indonesia (YGSI), tahun 2022.
Desa Wantilan merupakan salah satu desa yang terdampak oleh kawasan ekonomi khusus, yaitu Subang Smartpolitan. Dimana sebagian (600 Ha) wilayahnya terdampak langsung oleh kawasan industri. Oleh sebab itu perlu dilakukan terbosan-terbosan untuk alih mata pencarian dan penanganan lingkungan. Juga pengembangan sumber daya manusia.
Komarudin tidak hanya fokus pada administrasi desa, tetapi juga mengembangkan berbagai program unggulan yang mendukung ekonomi dan kelestarian lingkungan. Melalui BUMDes Jawara dan kolaborasi Yayasan Global Saemaul Indonesia (YGSI), Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan Dinas peternakan. Memiliki pusat pengelolaan sampah (TPS 3R). Dari pusat pengelolaan sampah TPS 3R kemudian di kembangkan pada beberapa unit usaha lain, di antaranya Pusat Daur Ulang (PDU); Magot; Pabrik Pakan dan Magot; Peternakan Domba dan Unggas; Pupuk Organik; dan Ketahanan Pangan (Jagung Hibrida).
Dengan visi yang kuat, Komarudin terus menginisiasi berbagai program inovatif, di antaranya Pendirian Balai Pusat Pendidikan & Pelatihan (Balai DIKLAT); Pengembangan Bank Sampah; dan Program Ketahanan Pangan.
Keberhasilan Komarudin dalam memimpin Desa Wantilan menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan yang berorientasi pada inovasi dan kolaborasi dapat membawa perubahan signifikan bagi masyarakat. Dengan berbagai program strategis yang telah dan akan dilaksanakan, Desa Wantilan semakin mantap melangkah menuju desa mandiri yang maju dan berdaya saing tinggi. (dodiangga)

