Sukabumi, UPI

Sebagai upaya mendukung pembelajaran biologi yang kontekstual dan relevan dengan isu lingkungan global serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), 21 guru Biologi SMA yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi Kabupaten dan Kota Sukabumi mengikuti pelatihan penyusunan bahan ajar pengelolaan limbah organik rumah tangga berbasis design thinking untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, numerasi, dan kreativitas siswa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia,dan didanai oleh Universitas Pendidikan Indonesia sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.

Rangkaian kegiatan PKM terdiri dari: webinar nasional, workshop online, review bahan ajar dan evaluasi, implementasi dan refleksi.

Webinar Nasional: Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga dan Inovasi Bahan Ajar Berbasis Design Thinking

Webinar Nasional berjudul “Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga dan Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Design Thinking”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada 26 April 2025 dan diikuti oleh peserta dari kalangan dosen, guru, dan mahasiswa.

Webinar ini menghadirkan tiga narasumber berkompeten dari dalam dan luar negeri. Narasumber pertama, Indriyani Rahman, Ph.D. dari The University of Kitakyushu, Jepang, memaparkan penggunaan Kamishibai, sebuah media bercerita tradisional Jepang, sebagai alat edukatif untuk meningkatkan kesadaran siswa sekolah dasar terhadap isu food waste. Selanjutnya, Prof. Hiroyuki Miyake dari The University of Kitakyushu juga berbagi wawasan mengenai peran food bank sebagai solusi konkret dalam memanfaatkan limbah makanan menjadi kekuatan baru dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat. Dewi Susanti, M.Pd. dari Universitas Pendidikan Indonesia, menyampaikan materi mengenai pengembangan bahan ajar berbasis design thinking.

Workshop Online: Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Design Thinking untuk Keterampilan Berpikir Kritis, Numerasi, dan Kreativitas Siswa

Rangkaian kegiatan selanjutnya yaitu Workshop online: Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Design Thinking. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh para guru Biologi yang tergabung dalam MGMP Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber. Narasumber pertama, Dr. Eni Nuraeni, M.Pd., menyampaikan materi mengenai komponen-komponen penting dalam modul ajar berbasis design thinking. Beliau menjelaskan bahwa pendekatan design thinking mendorong pendidik untuk mengedepankan empati terhadap siswa, merancang solusi kreatif, serta melakukan refleksi dan perbaikan berkelanjutan dalam proses pembelajaran. Sesi kedua disampaikan oleh Ramadhani, S.Pd., yang membahas secara aplikatif langkah-langkah pembuatan modul ajar berbasis design thinking guna mengembangkan keterampilan berpikir kritis, numerasi, dan kreativitas siswa. Melalui berbagai contoh dan panduan teknis, peserta dilatih untuk menyusun bahan ajar yang kontekstual, menantang, dan mendorong siswa memiliki keterampilan berpikir kritis, numerasi, dan kreativitas. Rangkaian kegiatan berikutnya yaitu review bahan ajar dan evaluasi yang dilaksanakan secara tatap muka.

Review Bahan Ajar dan Evaluasi

Kegiatan ini dilaksanakan secara luring pada tanggal 27–28 Mei 2025 di SMAN 2 Sukabumi. Kegiatan ini dibuka oleh Pengawas Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V Jawa Barat, H. Chandra Widikrama, S.Pd., M.Pd. Dalam kegiatan ini, para guru peserta mempresentasikan hasil bahan ajar yang telah mereka kembangkan selama pelatihan. Masing-masing guru memaparkan hasil diskusi kelompok dan implementasi design thinking dalam modul yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, numerasi, dan kreativitas siswa. Diskusi antar peserta berlangsung aktif dan konstruktif, di mana ide-ide saling dipertukarkan untuk memperkaya kualitas bahan ajar. Setiap kelompok guru juga mendapatkan masukan dan arahan langsung dari dosen pendamping yang berperan sebagai fasilitator akademik.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan penyegaran dan menambah wawasan bagi para guru. Kami dilatih dengan baik dalam menyusun bahan ajar berbasis design thinking yang dapat melatihkan keterampilan berpikir kritis, numerasi, dan kreativitas siswa. Semua guru terlihat antusias dan siap untuk mengikuti kegiatan serupa. Kegiatannya sangat bagus dan inspiratif,” ungkap Bapak Eris Rustandi, M.Pd., M.Si.,guru SMAN 1 Parakansalak. Hal tersubut didukung pernyataan dari Ibu Tuti Sapmawati, S,Pd., M.Pd.“Kami mendapatkan ilmu yang luar biasa dari kegiatan ini. Para dosen membimbing dengan sangat baik dan komunikatif, sehingga proses belajar menjadi menyenangkan dan mudah dipahami. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai guru.”

Sebagai rangkaian akhir dari program pelatihan penyusunan bahan ajar berbasis design thinking, dilaksanakan kegiatan penting, yaitu implementasi dan refleksi yang melibatkan guru biologi MGMP Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Imlementasi dan Refleksi

Kegiatan terakhir berupa Implementasi dan Refleksi, yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada 28 Juni 2025. Pada sesi ini, para guru berbagi pengalaman mereka dalam menguji coba bahan ajar di kelas masing-masing, serta mengevaluasi dampaknya terhadap keterlibatan dan pemahaman siswa. Refleksi dilakukan secara terbuka untuk melihat keberhasilan dan tantangan selama proses implementasi. Para fasilitator memberikan umpan balik terhadap praktik yang telah dijalankan serta memberikan saran perbaikan untuk pengembangan selanjutnya. Hasil dari rangkaian pelatihan ini berupa bahan ajar inovatif berbasis design thinking yang secara nyata melatihkan keterampilan berpikir kritis, numerasi, dan kreativitas. Bahan ajar ini diharapkan dapat menjadi model dan inspirasi bagi guru-guru lainnya dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna dan adaptif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21.

Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Pelatihan ini mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun bahan ajar inovatif yang mendorong keterampilan berpikir kritis dan numerasi. SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Melalui pelatihan ini dapat membekali siswa dan guru dengan pengetahuan dan kesadaran tentang pengelolaan limbah makanan (food waste) di lingkungan sekolah dan rumah. SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim): Pelatihan ini dapat mendorong perubahan perilaku dalam mengelola limbah organik untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Melalui pelatihan ini dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan institusi internasional untuk menciptakan solusi pendidikan yang berkelanjutan.

Dengan pendekatan inovatif dan kolaboratif, kegiatan ini dapat menjadi model pengembangan pembelajaran biologi yang bermakna dan relevan, serta mendorong lahirnya generasi siswa yang peduli terhadap isu lingkungan dan berdaya saing global.