
Tasikmalaya, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kota Tasikmalaya pada Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan ini fokus pada pemberdayaan guru Sekolah Dasar (SD) melalui digitalisasi materi ajar Bahasa Sunda berbasis kearifan lokal.
Acara yang berlangsung produktif ini dihadiri oleh 80 peserta dari berbagai unsur pendidikan di Kota Tasikmalaya. Rincian peserta terdiri atas 60 guru SD, 10 perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), 5 orang pengawas, serta 5 perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.
Kegiatan dibuka resmi dengan paparan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dr. H. Rojab Riswan Taufik, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan krusialnya transformasi digital dalam pengajaran bahasa daerah di tingkat dasar agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Momen pembukaan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta penguatan ikatan alumni antara UPI, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, dan Universitas Perjuangan Tasikmalaya.
Untuk mendongkrak kompetensi pedagogis para peserta, UPI menghadirkan tiga pakar sebagai narasumber utama yang mengupas materi secara komprehensif daintaranya Prof. Dr. Usep Kuswari, M.Pd. Menyampaikan panduan asesmen formatif, sumatif, dan diagnostik dalam pembelajaran Bahasa Sunda untuk siswa SD/MI berdasarkan kerangka Gapura Pancawaluya. Dr. Haris Santosa Nugraha, M.Pd. Membahas teknik dan formula penyusunan bahan ajar Bahasa Sunda yang interaktif, kreatif, dan menarik bagi anak-anak. dan Prof. Dr. Nunuy Nurjanah, M.Pd. Memaparkan strategi umum pemberdayaan guru lewat digitalisasi materi dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal.
Memasuki sesi utama pada sore hari, suasana pelatihan bergeser menjadi ruang kerja praktik. Seluruh guru dan peserta yang hadir ditantang untuk melakukan digitalisasi materi ajar secara langsung.

Sesi praktik intensif yang berlangsung selama lebih dari tiga jam ini dipandu oleh Prof. Dr. Nunuy Nurjanah, M.Pd. Para guru diperkenalkan dan dilatih menggunakan platform learningsundanese serta aplikasi khusus MABS (Materi Ajar Bahasa Sunda). Melalui dua perangkat digital ini, para guru kini dapat memproduksi materi ajar yang lebih modern dan mudah diakses oleh siswa.
Program PKM ini menjadi bukti nyata kolaborasi taktis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi digital para guru, tetapi juga menjadi benteng pelestarian Bahasa Sunda sebagai muatan lokal di tengah gempuran era digital. (Haris Santosa Nugraha)

