Bandung, UPI

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Konferensi Internasional tentang Green Energy dan Environmental Technology yang menghadirkan pembicara dari berbagai negara, di antaranya Hungaria, India, Israel, Cina, Singapura, Kanada, dan Korea Selatan yang bertempat di Auditorium LPPM lantai 3 Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/8/25).

Berikut nama-nama Scientific Committee and Reviewers yang dimaksud, terdiri atas Prof. Chang-Wook Lee dari Kangwon National University (KNU), South Korea; Prof. Andrivo Rusydi dari National University of Singapore (NUS), Singapore; Dr. Eng. Beta Paramita dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Indonesia; Prof. Jaehyung Yu dari Chungnam National University, South Korea; Ronny Sutarto, Ph.D., dari Canadian Light Source Inc, Canada; Prof. Muhammad Aziz dari The University of Tokyo, Japan; Prof. Marno Schulze dari Musikhochschule Lübeck (MHL), Germany; Prof. Dr. Klaus Näumann dariMartin-Luther, Universität Halle-Wittenberg (MLU), Germany; Prof. Dr. Ade Gaffar Abdullah, M.Si., dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Indonesia; Shah Nazir, PhD., dari Associate Professor, University of Swabi, Pakistan; Dr. Raseeda Hamzah dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia; Prof. Dr. Ir. Astri Rinanti, M.T., IPM., ASEAN Eng., dari Universitas Trisakti, Indonesia; Prof. Ahmad Bukhori Muslim, Ph.D., dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Indonesia; Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M.Si., dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Indonesia; Dr. Leni Anggraeni, M.Pd., dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Indonesia; Dr. Phil. Leli Kurniawati, S.Pd., M.A., dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Indonesia; dan Dr. Sri Wahyuni Tanshzil, S.Pd., M.Pd., dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Indonesia.

Acara ini menjadi momentum penting bagi dunia akademik dan industri untuk membahas solusi energi berkelanjutan sekaligus kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Konferensi ini menekankan pentingnya transisi dari energi berbasis fosil seperti bensin, solar, dan batu bara menuju energi ramah lingkungan. Energi hijau tidak hanya mengurangi emisi karbon, tetapi juga menekan dampak pemanasan global.

Kolaborasi ini melibatkan UPI (Indonesia) – riset urban physics dan kenyamanan termal, University of Tokyo (Jepang) – produksi & penyimpanan hidrogen/amonia, National University of Singapore – fisika benda terkondensasi & spektroskopi, Canadian Light Source (Kanada) – karakterisasi material mutakhir, dan Chungnam & Kangwon NationalUniversity (Korea Selatan) – geologi terapan & ilmu kebumian.

“Energi hijau bisa berasal dari berbagai sumber, mulai dari listrik berbasis tenaga air, tenaga surya (solar cell), tenaga angin, hingga pemanfaatan baterai listrik dan hidrogen. Tantangan kita adalah bagaimana membuat teknologi itu lebih kuat, efisien, dan mudah digunakan,” ungkap Prof. Ida Hamidah.

Selain energi, lanjutnya, dalam konferensi ini juga menyoroti tentang environmental technology atau teknologi lingkungan, yang mencakup inovasi sederhana hingga canggih untuk meningkatkan kualitas hidup. Contohnya penggunaan cat reflektif yang mampu menurunkan panas ruangan sehingga mengurangi penggunaan AC, peralatan hemat energi seperti lampu LED dan pendingin udara efisien dan pemanfaatan energi terbarukan melalui kincir angin, gaya gravitasi, hingga kompor berbahan bakar hidrogen. Teknologi ini terbukti berkontribusi pada efisiensi energi sekaligus menurunkan polusi.

Dijelaskan lebih lanjut, bahwa melalui konferensi ini UPI tidak hanya mengangkat isu global, tetapi juga mendorong lahirnya produk akademik berupa paper ilmiah dan publikasi di jurnal bereputasi internasional. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan rekognisi UPI di dunia akademik global.

“Konferensi ini meng-cover banyak aspek dari SDGs, khususnya terkait lingkungan dan energi berkelanjutan. Kehadiran pembicara internasional dan kolaborasi lintas negara akan memperkuat jejaring riset UPI di kancah global,” ujar Prof. Ida Hamidah.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, hal serupa ditegaskan Rektor UPI Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A. Dikatakannya,“Konferensi ini berperan penting dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada isu-isu perubahan iklim, energi bersih, produksi dan konsumsi bertanggung jawab, serta kerjasama internasional.”

Adapun luaran konferensi ini akan dipublikasikan dalam jurnal terindeks Scopus maupun SINTA, ujarnya lagi. Kami berharap publikasi ilmiah ini dapat meningkatkan peringkat UPI di dunia, khususnya yang terkait dengan SDGs.

Topik utama yang paling banyak dibahas adalah energi terbarukan (renewable energy) dan perubahan iklim. Namun, lanjutnya, sesuai dengan core business UPI sebagai perguruan tinggi kependidikan, banyak pula makalah yang menyoroti peran pendidikan dalam membentuk perilaku masyarakat dan mahasiswa terhadap isu lingkungan.

Selain sebagai ajang pertukaran ide, konferensi ini juga menjadi wahana untuk menjalin kerjasama riset dan publikasi lintas perguruan tinggi serta lintas negara. Dijelaskan Prof. Didi Sukyadi,”Kerja sama internasional ini akan memberikan manfaat besar, termasuk publikasi bersama di jurnal bereputasi global, kolaborasi riset dengan dukungan pendanaan dari negara maju seperti Jepang, Korea, dan Singapura serta pengembangan SDM akademik. Misalnya, melalui program visiting lecturer, visiting professor, maupun visiting researcher.”

Konferensi ini, ujarnya lagi, bukan hanya soal presentasi penelitian, tetapi juga membuka jalan bagi kerja sama baru yang membawa manfaat nyata bagi kualitas riset, publikasi, dan sumber daya manusia UPI.

Dengan melibatkan pakar internasional dan berbagai perspektif, konferensi ini menjadi langkah nyata UPI dalam mendorong inovasi energi hijau dan teknologi lingkungan. Ke depan, hasil dari konferensi ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan riset sekaligus kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan dunia.

Ditegaskannya,”Inisiatif ini bertujuan mendukung agenda dekarbonisasi nasional dan global, dengan menghubungkan riset fundamental material hingga penerapan pada sistem energi dan lingkungan terbangun.”

Melalui kerja sama ini, lanjutnya, UPI menargetkan lahirnya material baru, model sistem energi hidrogen yang terintegrasi, pedoman desain kenyamanan termal di bangunan tropis, serta peningkatan visibilitas global riset UPI.  (rizaibrahim/edit:dodiangga)