Bandung, UPI

Tim mahasiswa Jurusan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengukir prestasi internasional setelah berhasil meraih Medali Perunggu (Bronze Medal) dalam ajang World Invention and Technology Expo (WINTEX) 2026 yang diselenggarakan di SMESCO Indonesia, Jakarta, pada 3–6 Oktober 2026. Ajang tahunan bagian dari Indonesia Inventors Day (IID) ini diikuti oleh 543 tim dari 21 negara.

Dalam kompetisi tersebut, tim yang beranggotakan Muna Nisa Rabah Fadlullah, Nazla Azizah Eka Putri, Mohamad Ali Rasidin, Haikal Zulfa Alfarizi Hamzah, dan Fathir Abid Firdaus mengusung inovasi bertajuk “Professional Skin Clinic in Your Pocket: Portable, Objective, and Personalized”. Produk yang dikembangkan berupa cermin pintar portabel (Smart Skin Analyzer Mirror) untuk menganalisis kondisi kulit wajah secara objektif sekaligus memberikan rekomendasi perawatan dan produk kosmetik secara terspesialisasi.

Inovasi ini dikembangkan di bawah bimbingan Dr. Selly Ferani, S.Pd., M.Si., melalui Kelompok Riset Instrumentasi Lingkungan FPMIPA UPI.

Selain meraih Medali Perunggu, tim mahasiswa juga memperoleh Certificate of Appreciation dari Royal Malaysian Air Force (Angkatan Udara Kerajaan Malaysia) sebagai bentuk apresiasi atas pengembangan inovasi teknologi yang dinilai memiliki potensi manfaat bagi masyarakat.

Inovasi Smart Skin Analyzer Mirror merupakan pengembangan lanjutan dari invensi “Alat Deteksi Warna Kulit dan Rekomendasi Warna Alas Bedak”, yang telah memperoleh perlindungan Paten Sederhana dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum Republik Indonesia, dengan nomor IDS000014671, yang diberikan pada 27 Juli 2026.

Paten tersebut dimiliki oleh Universitas Pendidikan Indonesia, dengan Dr. Selly Ferani, S.Pd., M.Si. bersama tim inventor sebagai pengembang teknologi.

Invensi awal menggunakan sensor warna RGB, sistem mikrokontroler, dan basis data lokal untuk mengidentifikasi warna kulit serta memberikan rekomendasi warna alas bedak secara otomatis. Teknologi tersebut kemudian menjadi landasan pengembangan sistem analisis kulit yang lebih luas melalui integrasi kamera digital dan pengolahan citra dalam perangkat berbentuk cermin pintar.

Berbeda dengan perangkat awal yang berfokus pada deteksi warna kulit, Smart Skin Analyzer Mirror dikembangkan untuk menganalisis beberapa parameter kondisi kulit wajah, meliputi warna kulit, tingkat kecerahan, indikasi kadar minyak, dan estimasi kelembapan kulit. Sistem ini juga mengintegrasikan rekomendasi warna alas bedak serta perawatan kulit yang disesuaikan dengan hasil analisis.

Pengembangan tersebut menunjukkan kesinambungan antara penelitian dosen, perlindungan kekayaan intelektual, dan inovasi mahasiswa dalam menghasilkan teknologi yang lebih aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.

Keunggulan utama Smart Skin Analyzer Mirror terletak pada integrasi teknologi mikrokontroler ESP32-CAM, kamera digital, pengolahan citra, dan komunikasi nirkabel lokal dalam satu perangkat portabel.

ESP32-CAM berfungsi sebagai pengendali utama sekaligus kamera untuk memperoleh citra wajah pengguna. Citra tersebut kemudian dianalisis menggunakan algoritma pengolahan citra digital untuk mengidentifikasi karakteristik kulit.

Analisis kecerahan dilakukan berdasarkan intensitas citra, sedangkan indikasi kadar minyak diperoleh melalui analisis distribusi piksel berintensitas tinggi pada area wajah. Estimasi kelembapan kulit dikembangkan berdasarkan kombinasi parameter kecerahan dan variasi tekstur citra.

Selain itu, sistem menggunakan klasifikasi warna RGB yang dihubungkan dengan basis data referensi warna kosmetik untuk memberikan rekomendasi warna alas bedak secara personal.

Salah satu keunggulan perangkat ini adalah kemampuannya bekerja tanpa koneksi internet maupun server eksternal. Sistem ESP32-CAM dikonfigurasi sebagai standalone access point yang membangun jaringan Wi-Fi lokal sehingga pengguna dapat mengakses hasil analisis melalui antarmuka web menggunakan telepon pintar maupun komputer.

Dengan dukungan baterai litium, perangkat dirancang agar portabel, mudah digunakan, dan tidak bergantung pada infrastruktur jaringan internet. Pendekatan tersebut juga mendukung privasi pengguna karena proses analisis tidak memerlukan pengiriman data ke layanan komputasi awan.Inovasi ini berpotensi dikembangkan sebagai teknologi analisis kulit yang lebih mudah diakses masyarakat, sekaligus mendukung kebutuhan industri kosmetik, layanan konsultasi kecantikan, serta pengembangan sistem rekomendasi produk berbasis karakteristik kulit pengguna.

WINTEX merupakan kompetisi invensi dan teknologi internasional yang diselenggarakan dalam rangkaian Indonesia Inventors Day oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA).Kompetisi ini menilai berbagai aspek inovasi, termasuk kebaruan, fungsi produk, implementasi teknologi, kesiapan pengembangan, dan kemampuan peserta dalam mempresentasikan invensinya.

WINTEX juga memiliki rekam jejak pengakuan melalui proses kurasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT), ajang WINTEX pernah memperoleh predikat Bintang 5 dengan hasil kurasi 5,0 pada kategori Riset dan Inovasi tingkat internasional.

Keberhasilan mahasiswa Fisika UPI meraih Medali Perunggu dalam kompetisi tersebut menunjukkan kemampuan mereka dalam mengembangkan teknologi instrumentasi dan mempresentasikan hasil inovasi pada forum internasional.

Selain penghargaan kompetisi, tim juga memperoleh Certificate of Appreciation dari Royal Malaysian Air Force, dalam rangkaian Indonesia Inventors Day 2026.

Sertifikat apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan terhadap keberhasilan tim mengembangkan gagasan inovatif melalui proyek Professional Skin Clinic in Your Pocket, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Penghargaan tambahan ini semakin memperkuat pencapaian mahasiswa Fisika UPI dalam memperkenalkan hasil penelitian dan pengembangan teknologi pada forum inovasi internasional.

Pengembangan Smart Skin Analyzer Mirror merupakan bagian dari kegiatan pembinaan penelitian mahasiswa melalui Kelompok Riset Instrumentasi Lingkungan FPMIPA UPI, di bawah bimbingan Dr. Selly Ferani, S.Pd., M.Si.

Kelompok riset ini mendorong penerapan keilmuan fisika, instrumentasi elektronik, teknologi sensor, mikrokontroler, dan sistem digital untuk menghasilkan solusi inovatif yang dapat menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan penelitian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam perancangan dan pengujian perangkat, tetapi juga terlibat dalam pengembangan algoritma, integrasi perangkat keras dan perangkat lunak, serta penyusunan dan presentasi karya inovasi.

Pengembangan Smart Skin Analyzer Mirror memperlihatkan bagaimana hasil penelitian yang telah memperoleh perlindungan paten dapat menjadi fondasi bagi inovasi lanjutan mahasiswa.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem penelitian yang berkesinambungan, mulai dari pengembangan konsep, pembuatan prototipe, perlindungan kekayaan intelektual, hingga pengembangan produk yang berpotensi dihilirisasi.

Keberhasilan meraih Medali Perunggu WINTEX 2026 dan memperoleh apresiasi dari Royal Malaysian Air Force menjadi motivasi bagi tim mahasiswa untuk terus menyempurnakan Smart Skin Analyzer Mirror.

Pengembangan selanjutnya diarahkan pada peningkatan akurasi analisis, validasi parameter kondisi kulit, penyempurnaan algoritma rekomendasi, serta pengujian perangkat dalam berbagai kondisi penggunaan.

Teknologi ini juga membuka peluang kolaborasi dengan industri kosmetik dalam menghadirkan sistem analisis kulit dan rekomendasi produk yang lebih objektif, personal, serta mudah diakses.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa keilmuan fisika memiliki potensi penerapan yang luas, termasuk dalam pengembangan teknologi kecantikan berbasis instrumentasi digital.

Melalui pencapaian ini, mahasiswa Fisika UPI membuktikan bahwa kolaborasi penelitian dosen dan mahasiswa, didukung oleh perlindungan kekayaan intelektual dan pengembangan teknologi berkelanjutan, dapat menghasilkan inovasi yang mampu bersaing di tingkat internasional serta berpotensi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Deni)