Singapura, September 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Faraz Juandi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), berhasil meraih kesempatan sebagai awardee fully funded dalam program internasional bergengsi Tabihita Youth Connect (TYC) 2025 yang berlangsung pada 3–8 September 2025 di Malaysia dan Singapura.

TYC merupakan ajang internasional yang bertujuan memperkuat solidaritas pemuda lintas negara dengan fokus pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui konferensi, pelatihan, forum diskusi, hingga pertukaran budaya, para peserta didorong untuk berbagi gagasan, bertukar pengalaman, dan memperluas jejaring global.

Fokus utama program ini adalah konferensi internasional yang mempertemukan pemuda Indonesia dan Malaysia untuk membahas isu-isu penting seperti pendidikan berkualitas, kesetaraan, hingga pembangunan berkelanjutan. Dari forum tersebut, delegasi tidak hanya berdiskusi, tetapi juga merancang strategi konkret peran generasi muda dalam mewujudkan SDGs. Agenda ini sejalan dengan SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara menghadapi tantangan global.

Selain konferensi, para peserta juga mengikuti kunjungan akademik ke dua universitas ternama Asia Tenggara, yakni National University of Singapore (NUS) dan The National University of Malaysia (UKM). Kegiatan tersebut memberi wawasan langsung mengenai dinamika akademik internasional sekaligus memperluas pemahaman tentang budaya dan pendidikan global.

Keterpilihan Faraz Juandi dalam TYC 2025 menjadi bukti nyata kiprah mahasiswa FPTI UPI di kancah internasional. Tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, Faraz juga menunjukkan kontribusi aktif terhadap isu global berbasis keberlanjutan. Prestasi ini diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berani melangkah ke arena internasional, memperkuat jejaring, serta mendukung pencapaian SDGs melalui pendidikan, kolaborasi, dan inovasi.

Kontributor: Heni Hernawati