
Bandung, UPI
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang tergabung dalam Sararea Team, berkolaborasi dengan Litera Rasa Indonesia (LRI), sukses menggelar seminar dan workshop bertajuk KLIK (Kritis Literasi dan Informasi Karir) di SMK Nusantara Raya Kota Bandung.
Kegiatan ini menyasar siswa kelas X dan XI SMK Nusantara Raya Kota Bandung dengan tujuan membekali mereka tentang kecakapan literasi digital yang relevan untuk kesiapan mereka di masa depan spesifiknya dunia kerja.
Dosen pengampu mata kuliah Literasi Media, Vidi Sukmayadi, S.S., M.Si., Ph.D., turut hadir dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia mendorong para siswa untuk memanfaatkan media sosial secara produktif dan positif.
Sambutan hangat dari Hendi Hidayat S.Kom., M.M., selaku kepala sekolah terhadap seminar dan workshop KLIK ini dipenuhi harap supaya para siswa kelak bisa mengimplementasikannya sebagai bekal perjalanan menuju pencapaian karir mereka. Turut memberi respon positif, wakil kepala sekolah bidang kehumasan menyampaikan bahwa materi ini sangat diperlukan sebagai penunjang kecakapan daya saing di era digital.
“Materi ini tentunya sangat sejalan terutama bagi siswa di penjurusan perkantoran,” terang wakil kepala sekolah bidang kehumasan lebih lanjut.
Seminar kali ini mengusung tema “Membangun Generasi Digital yang Bijak, Kritis dan Siap Berkarier”, yang diawali pengisian pre-test melalui platform digital Kahoot. Kegiatan ini dilakukan untuk mengukur pemahaman awal siswa sebelum diberlangsungkan rangkaian kegiatan.
Rangkaian kegiatan KLIK terbagi dalam dua segmen berbeda. Pertama, Trace Your Future, dibawakan oleh Danillah Nur Rahmat. Materi ini berfokus pada personal branding dan rekam jejak digital yang dapat memengaruhi peluang karier di masa depan. Sesi diawali dengan media interaktif, Mentimeter, bertajuk What Will I Be?. Siswa-siswi menuliskan cita-cita dan profesi impian mereka sebagai refleksi awal mengenai pentingnya membangun identitas digital yang selaras dengan tujuan karier.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan platform Have I Been Pwned untuk memeriksa kemungkinan kebocoran data pada alamat email yang dimiliki. Kegiatan ini mengingatkan siswa-siswi bahwa setiap aktivitas digital meninggalkan jejak yang perlu dikelola secara bijak.
Selain itu, guna menguatkan materi yang diberikan, siswa dibekali dengan kegiatan workshop personal branding. Kegiatan ini meminta siswa untuk mendesain personal branding yang mereka inginkan melalui template profile Instagram yang tersedia di link Canva.
Hal ini ditujukan agar siswa-siswi dapat mengkreasikan dan membayangkan personal branding seperti apa yang mereka ingin miliki di masa depan.
Kedua, Green Flag or Red Flag, menghadirkan Nadia Rifda Fadilah dari Bandung Youth Development (BYD) sebagai pembicara tamu. Ia memandu peserta mengenali ciri-ciri lowongan kerja palsu yang banyak beredar di media sosial, lengkap dengan panduan step-by-step dalam memverifikasi informasi rekrutmen sebelum melamar.
Sama halnya dengan segmen sebelumnya, pematerian Green Flag or Red Flag, turut diiringi kegiatan workshop.
Pada momen ini, siswa-siswi diminta menjadi seorang detektif untuk membantu dua pelamar dalam pencarian lowongan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka.
Kegiatan ini mampu mengasah daya berpikir kritis siswa untuk membedakan mana lowongan pekerjaan yang Green Flag dan Red Flag. Hasil analisis masing-masing kelompok kemudian dipresentasikan di depan kelas untuk mendiskusikan alasan di balik keputusan mereka dalam mengidentifikasi lowongan kerja yang aman maupun yang berpotensi penipuan.
Sebagai evaluasi akhir, peserta kembali mengikuti post-test melalui platform Kahoot. Hasil post-test ini digunakan untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti seluruh rangkaian seminar dan workshop. Melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, panitia dapat melihat efektivitas kegiatan KLIK dalam meningkatkan literasi digital dan kesiapan karier peserta.
“Acara ini berjalan dengan baik, tertata dengan rapi dan informasi yang tersampaikan pun jelas,” terang Nadia Rifda Fadilah lebih lanjut.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan antusiasme peserta, panitia juga memberikan sejumlah penghargaan kepada siswa-siswi terbaik. Diantaranya Goodie Bag dari Deepublish Store untuk kategori terbaik personal branding serta Jersey dari Vinus Company untuk kategori kelompok terbaik dan siswa-siswi teraktif.
Melalui kegiatan ini, Sararea Team berharap siswa-siswi tidak hanya menjadi pengguna media digital yang aktif, tetapi juga mampu bersikap kritis, bijak, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era digital yang terus berkembang. (Nisrina Larasati/Danillah Nur Rahmat/Fazatil Husainah/Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPI)

