Bandung, UPI

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Lokakarya Inovasi Media Pembelajaran dalam rangka Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Projek Kepemimpinan (3 SKS) bagi mahasiswa PPG Prajabatan Pendidikan IPS Kelas A Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan bertajuk Digital Innovation for Social Studies (DiGiPS): Mengembangkan Kreativitas dan Kepemimpinan Calon Guru melalui Inovasi Media Pembelajaran IPS Berbasis Digital tersebut berlangsung di Auditorium Gedung PPG UPI Lantai 6, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi kompetensi akademik, kreativitas, kolaborasi, dan kepemimpinan mahasiswa calon guru dalam mengembangkan media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang inovatif, kontekstual, dan responsif terhadap perkembangan teknologi digital serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Lokakarya dihadiri oleh Sekretaris Program Studi Pendidikan IPS Terintegrasi jenjang S1, S2, dan S3, Dr. Dina Siti Logayah, S.Pd, M.Pd., serta Sekretaris Program Studi PPG UPI, Prof. Dr. Diana Rochintaniawati, M.Ed. Kegiatan ini dihadiri pula oleh para dosen pembimbing lapangan (DPL) IPS, guru pamong mata pelajaran IPS dari SMPN 3, SMPN 14, SMPN 22, SMPN 27, dan SMPN 29 Bandung, Koordinator Pengawas sekaligus Pembina MGMP IPS Kota Bandung, Ahmad Sofyan, S.Pd., M.Pd., serta siswa SMPN 29 Bandung.

Dalam sambutannya, Dr. Dina Siti Logayah, S.Pd, M.Pd. menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan lokakarya yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan dan menunjukkan kreativitas melalui produk inovasi pembelajaran IPS. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat keterkaitan antara pendidikan akademik, pendidikan profesi guru, dan kebutuhan nyata pembelajaran di sekolah.

Sementara itu, Prof. Dr. Diana Rochintaniawati, M.Ed. dalam sambutan sekaligus pembukaan kegiatan menekankan pentingnya pengembangan kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan bagi calon guru dalam menghadapi perubahan pendidikan pada era digital. Menurutnya, hasil karya mahasiswa dalam lokakarya ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dan diberikan kesempatan untuk ditampilkan dalam Expo Projek Kepemimpinan PPG UPI Tahun 2026.

Pada kegiatan tersebut, mahasiswa mempresentasikan tiga produk inovasi media pembelajaran IPS yang dikembangkan secara berkelompok dengan bimbingan dosen. Kelompok pertama, di bawah bimbingan Dr. Dede Iswandi, S.Pd. M.Pd., mengembangkan KLIK NUSANTARA, yaitu media pembelajaran IPS kelas VII yang mengajak peserta didik mengeksplorasi 38 provinsi di Indonesia melalui pengenalan geografi, masyarakat, budaya, dan potensi ekonomi daerah. Media ini juga dilengkapi dengan permainan edukatif dan Bot Nusantara berbasis AI untuk memperkaya pengalaman belajar serta mendorong interaksi peserta didik dengan materi pembelajaran. Kelompok kedua, di bawah bimbingan Dr. Supriono, S.Pd, M.Pd., menghadirkan KOMPAS BUMI, sebuah inovasi media pembelajaran IPS kelas VIII yang berfokus pada pendidikan kebencanaan dan mitigasi. Media ini dirancang untuk membantu peserta didik memahami berbagai potensi bencana, meningkatkan kesadaran terhadap risiko lingkungan, serta mengembangkan pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi kebencanaan. Kelompok ketiga, di bawah bimbingan Dr. Asep Mahpudz, M.Si., memperkenalkan FinEvo.id (Financial & Economic Evolution), sebuah media pembelajaran IPS kelas IX yang mengangkat tema literasi finansial dan ekonomi digital. Dengan slogan “Jelajahi Dunia Finansial Digital, Bangun Kebiasaan Cerdas Finansial”, media ini dirancang untuk memperkenalkan peserta didik pada dunia keuangan digital, membangun pemahaman ekonomi, serta menumbuhkan kebiasaan dan perilaku finansial yang cerdas dan bertanggung jawab.

Setelah presentasi ketiga kelompok, kegiatan dilanjutkan dengan sesi reviu, diskusi, dan pemberian masukan akademik. Sesi ini menghadirkan Ahmad Sofyan, S.Pd., M.Pd. selaku Koordinator Pengawas dan Pembina MGMP IPS Kota Bandung, Dr. Muh. Iqbal, M.Si., Dr. Dede Iswandi, M.Pd., serta para guru pamong mata pelajaran IPS dari sekolah mitra PPG UPI.

Diskusi berlangsung dalam suasana akademik yang konstruktif dan edukatif. Berbagai masukan diberikan terkait kesesuaian substansi materi dengan kurikulum IPS, ketepatan konsep, desain pembelajaran, kemudahan penggunaan media, keterlibatan peserta didik, serta peluang pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam pembelajaran. Kehadiran siswa SMPN 29 Bandung juga memberikan nilai tambah karena menghadirkan perspektif pengguna langsung terhadap media yang dikembangkan oleh mahasiswa.

Melalui sesi reviu tersebut, mahasiswa memperoleh umpan balik yang berharga untuk menyempurnakan produk inovasi, baik dari aspek substansi keilmuan IPS maupun aspek pedagogis dan teknologis. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan komunitas profesi guru dalam menghasilkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

Lebih lanjut, Ahmad Sofyan, S.Pd., M.Pd. menyampaikan perhatian terhadap potensi pengembangan dan pemanfaatan media pembelajaran digital tersebut melalui jejaring MGMP IPS Kota Bandung. Sinergi dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung diharapkan dapat diupayakan melalui kemitraan dan kolaborasi bersama MGMP IPS untuk mendiseminasikan inovasi media pembelajaran digital berbasis AI kepada guru-guru IPS di sekolah. Inisiatif tersebut membuka peluang agar hasil pengembangan mahasiswa tidak berhenti sebagai produk akademik untuk memenuhi penilaian mata kuliah, tetapi dapat dikembangkan menjadi sumber belajar yang dimanfaatkan secara lebih luas oleh guru dan peserta didik.

Melalui lokakarya DiGiPS, PPG UPI menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis projek sebagai wahana pengembangan kompetensi profesional calon guru, khususnya dalam membangun kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, kolaborasi, komunikasi, dan kepemimpinan. Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu praktik baik dalam mempersiapkan calon guru IPS yang adaptif, inovatif, literat digital, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi generasi masa depan. (AM)