Bandung, UPI — Mahasiswa Seni Rupa Fakultas Pendidiakan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) angkatan 2022 menggelar pameran seni rupa bertajuk “Bandung Rhizome Project: Bandung Nu Mana Heula?” di Bandung Creative Hub. Pameran dibuka pada Kamis (27/11/2025) dan akan berlangsung hingga 1 Desember 2025 pukul 10.00–17.00 WIB. Pameran ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

Sebanyak lima perupa terlibat dalam pameran ini, yaitu Annissa Rachmat Chudori, Elfira Ayu Puspaningrum, Nurmala Fujinisa, Rhiza Zhahir Haqqi, dan Wafa Akhyarul Yusup. Mereka menampilkan karya-karya yang mengangkat paradoks kehidupan kota Bandung.

Kurator pameran, Taris Barikan, menjelaskan bahwa gagasan pameran lahir dari kesadaran akan kontradiksi yang selama ini melekat pada Bandung. Menurutnya, meski kota ini sering digambarkan sebagai kota kreatif dan ramah, di sisi lain terdapat persoalan sosial dan ekologis yang belum terselesaikan.

“Pameran ini menghadirkan karya-karya yang cukup beragam. Ia mengangkat isu mengenai rhizome, yang dapat berupa akar atau cabang dari inti persoalan. Saya berharap suatu hari nanti ‘Bandung Nu Mana Heula?’ memiliki volume selanjutnya, karena narasi dan wacana Bandung sangat luas dan satu volume tidak cukup untuk membahasnya,” ujar Taris dalam sambutan pembukaan.

Selain menampilkan karya visual, panitia juga mengadakan sesi interaktif berupa kegiatan Workshop Clay Foam pada tanggal 29 November 2025 yang dirancang agar para pengunjung tidak hanya dapat melihat, tetapi juga ikut mengalami proses kreatif berkesenian melalui tangan mereka sendiri sebagai bentuk kedekatan.

Penyelenggara berharap pameran ini dapat membuka ruang dialog baru mengenai Bandung melalui perspektif yang lebih kritis, jujur, dan dekat dengan pengalaman warga kota. (RK)

Kontributor KKIPP UPI: Galih Jatu Kurnia