
Bandung, UPI
Marsekal Pertama TNI Dr. Anton “Sioux” Pallaguna, S.E., M.M.O.A.S. menghadiri puncak peringatan Dies Natalis Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ke-72. Dalam wawancara, ia menyampaikan rasa bangga, harapan, dan pesannya agar UPI terus berkembang di usianya yang tidak lagi muda.
Marsma Anton mengaku terhormat bisa hadir di tengah para pendidik. Menurutnya, masa depan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas para pendidiknya. “Bisa berada di universitas yang mendidik para pendidik adalah suatu kebanggaan dan kehormatan bagi saya,” ujarnya.
Ia berharap UPI menjadi laboratorium utama perguruan tinggi pendidikan guru yang terpadu. Keterpaduan itu mencakup keunggulan pedagogi, pengembangan karakter dan kompetensi, kepemimpinan yang efektif dan adaptif, serta literasi teknologi. Marsma Anton juga berharap UPI mengawali program penguatan pendidikan karakter nasional. Alasannya, UPI merupakan universitas pendidikan di Indonesia dan, menurutnya, satu-satunya yang memiliki fakultas khusus penguatan karakter.
Terkait makna Dies Natalis ke-72, Marsma Anton menilai usia tersebut sudah cukup panjang sehingga perlu diikuti pergeseran paradigma. UPI, katanya, tidak lagi cukup berpikir tentang berapa banyak mahasiswa yang dihasilkan, tetapi perlu melihat perubahan apa yang terjadi pada mahasiswa yang dididik. “Bukan lagi bicara tentang ijazah, tetapi tentang pertumbuhan mahasiswa dan manfaat yang ditebarkan UPI,” tuturnya. Ia menekankan bahwa manfaat tersebut harus lebih komprehensif dan holistik.

Dalam pesannya, Marsma Anton mengajak UPI menciptakan tiga ruang bagi para pendidiknya. Pertama, ruang belajar, tempat karakter, kompetensi, dan keteladanan terus tumbuh. Kedua, ruang kepercayaan, yaitu transparansi dan budaya yang adil agar tercipta rasa saling percaya. Ketiga, ruang dampak, yang memberi kesempatan bagi mereka yang telah dilatih dan dididik untuk menerapkan hasil pelatihannya.
Pesan tersebut diharapkan menjadi bahan refleksi bagi UPI dalam melangkah di usianya yang ke-72, agar terus melahirkan pendidik yang berkarakter, kompeten, dan membawa manfaat luas bagi bangsa. (Varrel zp/Naufal Dlorif, Caraka Muda)

