
Sumedang, UPI
Mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar pelatihan “Kader CETAR” (Cekatan, Terampil, dan Akurat) bagi 20 kader dari enam posyandu di wilayah kerja Puskesmas Padasuka, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang ini bertujuan untuk memperkuat akurasi pengukuran antropometri anak guna mendukung penanganan dan deteksi dini stunting.
Melalui program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Dr. Syifa F. Syihab, S.Tp., M.Si., para mahasiswa membekali kader posyandu dengan teori hingga praktik langsung pengukuran berat badan, panjang badan, dan tinggi badan balita yang presisi.
Dosen Pembimbing P2MB UPI, Dr. Syifa F. Syihab, S.Tp., M.Si., menegaskan pentingnya penerapan keilmuan gizi secara langsung di lapangan sebagai wujud nyata skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
“Penerapan ilmu gizi dari ruang kuliah langsung ke layanan kesehatan dasar di desa merupakan komitmen UPI dalam mendukung program pemerintah. Pengukuran antropometri yang akurat di tingkat posyandu adalah fondasi utama agar penanganan stunting dan wasting pada balita tepat sasaran,” ujar Dr. Syifa F. Syihab, Sabtu (17/10/2026).

Efektivitas program ini dibuktikan melalui peningkatan signifikan pengetahuan para kader. Berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test, median skor pengetahuan kader melonjak dari 87,50 menjadi 95,00 secara signifikan (Uji Paired Sample T-Test, p = 0,025). Untuk menjaga keberlanjutan program, mahasiswa juga menyusun dan menyerahkan booklet “Panduan Pengukuran Antropometri pada Anak” sebagai pedoman resmi kader.
Selain penyampaian materi oleh mahasiswa, Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas Padasuka, Winda Ayunia, A.Md.Gz., turut memberikan pendampingan teknis mengenai tata cara pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS) dan pembacaan grafik pertumbuhan anak.
Winda Ayunia menyoroti tantangan teknis yang kerap dihadapi para kader saat pelayanan posyandu berlangsung.
“Di lapangan, kader sering menghadapi kendala praktis, seperti balita yang aktif bergerak atau sulit diam saat diukur, hingga kekeliruan kecil saat membaca skala alat. Melalui simulasi dan panduan booklet dari mahasiswa UPI ini, kader dapat meminimalisasi kesalahan pembacaan data pertumbuhan anak,” ungkap Winda Ayunia.
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kepala Puskesmas Padasuka, Eutik Atikah, S.Farm., Apt., ini turut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya pentingnya pendampingan praktik secara berkala oleh Tenaga Pelaksana Gizi serta kalibrasi rutin alat ukur antropometri oleh pihak puskesmas.
Perwakilan tim mahasiswa P2MB Gizi UPI berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pemantauan kesehatan balita di Desa Girimukti.
Melalui Kader CETAR, berharap para kader posyandu semakin percaya diri dan akurat dalam mengukur serta memantau tumbuh kembang anak. Program ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata kampus dalam mendukung SDGs, khususnya SDG 2 Tanpa Kelaparan dan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera. (DN)

