Dewan Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan Jalan Sehat Menyambut Pembelajaran Terpadu atau Jas Beludru (2/8/2023). Kegiatan diikuti para guru besar Universitas Pendidikan Indonesia yang diisi dengan aktivitas sehat seperti jalan sehat, senam, dan diskusi. Pada kegiatan tersebut juga dilakukan pisah sambut antara Ketua Dewan Guru Besar Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si dengan Ketua Dewan Guru Besar Prof. Dr. H. Didi Suryadi, M.Ed.

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. M. Solehuddin, M.A menyambut baik kegiatan Jas Beludru yang diselenggarakan oleh Dewan Guru Besar ini. Menurutnya kegiatan ini sangat positif bagi guru besar UPI untuk meningkatkan komunikasi dan silaturahmi diantara para guru besar. Prof. Dr. M. Solehuddin, M.A menegaskan bahwa setiap persoalan dan usulan yang berkembang dalam berbagai media komunikasi UPI, menjadi pertimbangan dan tentunya segera diantisipasi oleh pimpinan universitas, melalui berbagai kebijakan dan program.

Berbagai gagasan, masukan dan rekomendasi kegiatan Tridharma yang disampaikan civitas akademika UPI tentunya didukung penuh oleh pimpinan universitas. Prof. Dr. M. Solehuddin, M.A mengajak para guru besar dan keluarga besar UPI untuk bisa mengakselerasi dan melakukan tranformasi berbagai kebijakan untuk kepentingan pengembangan universitas dimasa depan.
Ketua Dewan Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. H. Didi Suryadi, M.Ed menjelaskan bahwa Jas Beludru ini diselenggarakan tidak hanya untuk silaturahmi fisik saja, tetapi silaturahmi dalam berbagi pemikiran dalam mencari solusi untuk penyelesaian masalah dimasyarakat.

Lebih lanjut menjelaskan bahwa makna silaturahmi dalam kegiatan Jas Beludru, sebagai silaturahmi akademik untuk menghasilkan Collective Excellence. Para guru besar Universitas Pendidikan Indonesia dengan berbagai keunggulan-keunggulan pemikiran dan keunikanya hadir mengikuti silaturahmi pemikirannya. Jika ada persolan dimasyarakat tidak bisa diselesaikan dalam satu bidang, bisa bertemu dengan guru besar lain yang memiliki keahlian lain yang bisa menyelesaikan persoalan tersebut.

Lebih lanjut menjelaskan bahwa para guru besar ini merupakan sosok yang sudah paripurna didalam bidang keilmuanya serta umumnya memiliki agenda dan kesibukan untuk kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, sehingga perlu ada aktifitas-aktifitas yang membantu menyegarkan dan menyehatkan.
Menurutnya bahwa guru besar itu yang diperlukan bagi masyarakat adalah pemikiranya. Sehingga menjaga kebugaran jasmani menjadi syarat agar dapat mengoptimalkan berbagai potensi fikirannya. Prof. Dr. H. Didi Suryadi, M. Ed berharap agar para guru besar bisa tetap konsisten dalam berkontribusi menyumbangkan berbagai pemikiran dan karya terbaiknya bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, kita berupaya untuk mempersiapkan diri untuk menyambut tantangan-tantangan berikutnya, agar bisa menjadi lebih baik serta berani melakukan perubahan. ‘’Kalau kita belajar kata-kata bijak Enstein, selain kita harus belajar dari masa lalu, kita juga belajar menjalani sekarang, serta kita harus memiliki harapan dan mempersiapkan untuk lebih baik pada masa berikutnya,’’ ujarnya. Menurutnya hal-hal yang kurang optimal bisa disadari oleh kita dan menjadi dasar untuk dijadikan refleksi dan upaya untuk memperbaikinya (Yana Setiawan)

