Bandung, UPI — Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., menegaskan pentingnya koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan dalam kerangka implementasi Asta Cita. Hal itu disampaikan dalam paparan berjudul “Penguatan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan” dalam acara Seminar Nasional Ekonomi Kerakyatan yang digelar di Gedung Ahmad Sanusi, Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung, Jumat (26/9).

Dr. Ferry Juliantono menyebut koperasi merupakan wujud nyata demokrasi ekonomi sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan rakyat sebagai pelaku utama dan penerima manfaat. “Koperasi bukan sekadar badan usaha, tetapi sarana memperkuat gotong royong, kebersamaan, serta kemandirian bangsa,” ujarnya.

Data Kementerian Koperasi dan UKM per 31 Desember 2024 mencatat terdapat 131.617 koperasi aktif dengan anggota hampir 30 juta orang. Total aset koperasi mencapai Rp293 triliun, sementara volume usaha mencapai Rp214 triliun.

Sejalan dengan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya membangun Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat ekonomi desa. Program ini ditargetkan melahirkan 80 ribu koperasi desa yang telah diluncurkan pada Hari Koperasi Nasional, 12 Juli 2025.

KDKMP diharapkan mampu memotong rantai distribusi panjang, menekan dominasi tengkulak, serta meningkatkan harga jual hasil panen petani. Selain itu, koperasi desa akan menyediakan enam gerai layanan, mulai dari sembako, apotek, klinik, hingga unit simpan pinjam dan logistik.

“Konsep koperasi sederhana, seperti lidi. Satu lidi lemah, tapi jika disatukan menjadi kekuatan besar. Begitu pula koperasi, dari ekonomi lemah bisa menjadi ekonomi kuat,” kata Presiden Prabowo dalam salah satu pernyataannya.

Melalui program ini, pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Koperasi desa juga didukung dengan sistem digital SIMKOPDES yang memungkinkan pengawasan dan transparansi secara real-time.

Menteri Koperasi juga menegaskan, penguatan koperasi bukan hanya strategi ekonomi, melainkan juga jalan menuju kedaulatan bangsa. “Dengan koperasi, kita ingin memastikan ekonomi Indonesia tumbuh dari bawah, merata, dan berkeadilan,” ujarnya. RK (26/9)