
Bandung, UPI
Nabilah Dwisepti Cahyani, mahasiswi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil meraih Juara 2 Pilmapres Wilayah LLDIKTI IV. Senin, (4/5). Capaian ini sekaligus mengantarkannya sebagai salah satu wakil wilayah Jawa Barat dan Banten di seleksi Pilmapres tingkat nasional.
Final Pilmapres LLDIKTI IV yang diselenggarakan di Universitas Padjadjaran ini mempertemukan 15 finalis terbaik kategori Sarjana (Mapres terpilih dari PTN dan PTS se-Jawa Barat dan Banten) yang tersaring dari 125 pendaftar. Persaingan semakin ketat di babak final: hanya 6 dari 15 finalis yang berhak melaju ke nasional. Nabilah berada di antara keenam nama tersebut, bersanding dengan wakil dari Unpad (Juara 1), ITB (Juara 3), IPB (Harapan 1), Telkom University (Harapan 2), dan Unisba (Harapan 3).
Di balik prestasinya, Nabilah tumbuh dari keluarga sederhana. Sang ayah berprofesi sebagai pengemudi ojek online dan bunda sebagai ibu rumah tangga. Namun kasih sayang dan motivasi yang diberikan kedua orang tuanya tak pernah surut. Mereka setia hadir menyaksikan langsung setiap perjuangan Nabilah, baik di final tingkat universitas maupun wilayah kemarin. Bagi Nabilah, kehadiran itu adalah kekuatan yang tak ternilai.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan UPI, Direktorat Kemahasiswaan UPI, pimpinan FPTI, para dosen pembimbing, serta teman-teman Arsitektur yang turut hadir memberikan dukungan di setiap tahap seleksi. “Semua dukungan ini yang membuat saya terus melangkah,” ungkapnya.
Kiprah Nabilah melampaui ruang kuliah. Ia menggagas Obrolan Bintang, program pendampingan beasiswa yang telah menjangkau lebih dari 1.100 peserta dari berbagai provinsi dan membantu 30 di antaranya lolos beasiswa bergengsi. Sebagai founding member Garda Muda Indonesia, ia aktif turun langsung ke wilayah kepulauan seperti Bawean, Togean, Karimunjawa, Banda Neira, hingga Lombok. Ia juga menginisiasi AKSESable Indonesia, gerakan advokasi aksesibilitas bagi difabel netra melalui audio book dan kampanye publik, serta turut mendirikan Yayasan Abhinaya Aksata Nusantara untuk pemberdayaan masyarakat 3T. Prinsip yang ia pegang: “Datang sebagai gelas kosong, pulang membawa dampak.”

Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Kemitraan FPTI, Dr. Mustika N Handayani, menyambut capaian ini dengan penuh syukur. Ia mencatat bahwa raihan Nabilah ini lebih baik dari tahun sebelumnya, kebetulan Mapres UPI 2025 juga berasal dari FPTI. “Alhamdulillah.Kami sangat bersyukur, prestasi ini membanggakan FPTI sekaligus UPI,” ujarnya.
Didampingi tim dosen pembimbing dan dukungan penuh pimpinan fakultas, Nabilah kini bersiap menghadapi seleksi nasional dengan semangat penuh, membawa nama UPI, keluarganya, dan ribuan anak muda yang pernah ia dampingi, ke panggung yang lebih besar. (MNH)

