
Bandung, UPI
Teriakan riuh dan tawa mahasiswa baru pecah di Stadion UPI Bandung, Kamis (28/8/2025). Ribuan mahasiswa baru serentak bergoyang ketika Orkes Dangdut Mahasiswa (ODM), unit minat bakat HIMAMUSIK FPSD, tampil di hari penutupan MOKAKU UPI 2025. Suasana hangat dan meriah itu menjadi penutup tak terlupakan dari rangkaian masa orientasi kampus tahun ini.
Sore itu sekitar pukul 15.30 WIB, Orkes Dangdut Mahasiswa (ODM) tampil sebagai pengisi hiburan pada hari ke-4 Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKAKU) UPI. Dimana sore itu menjadi hari terakhir mahasiswa baru Universitas Pendidikan Indonesia menyelesaikan rangkaian kegiatan orientasi kampus.
Selama kurang lebih setengah jam, ODM membawakan empat repertoar lagu yang akrab di telinga mahasiswa, mulai dari Bintang Pentas, Juragan Empang, Rungkad, hingga medley lagu-lagu yang populer sampai saat ini. Sehingga mahasiswa dapat menikmati hiburan dengan berjoged dan bernyanyi bersama.
Suasana yang awalnya teratur dengan barisan mahasiswa baru mendadak cair dan menjadi arena bebas berekspresi. Mereka berjoget, bernyanyi, dan bertepuk tangan, melepas lelah setelah empat hari penuh mengikuti rangkaian orientasi kampus.
Pada penampilannya, keempat lagu yang dipilih ODM berangkat dari genre dangdut yang kental dengan nuansa hiburan rakyat. Lagu-lagu seperti Juragan Empang dan Rungkad menonjolkan pola ritmis yang cepat dan menghentak. Irama ketukan kendang dan bass yang konsisten menjadi tulang punggung musik, membuat penonton mudah tergerak untuk berjoget. Sementara pada Bintang Pentas, tempo sedikit lebih ringan sehingga memberi ruang bagi penonton untuk ikut bernyanyi.
Lagu-lagu yang dipilih mengandung makna hiburan dan kedekatan dengan realitas sehari-hari. Juragan Empang bercerita dengan bahasa lugas dan penuh humor, Rungkad memuat ekspresi kecewa yang disampaikan dengan gaya santai, sementara medley lagu Hutang, Ikan Dalam Kolam, Poko’e Joged, Jayanti menampilkan potongan-potongan karya yang sudah populer di media sosial. Pilihan ini memperlihatkan bahwa ODM ingin menyajikan musik yang relevan dengan budaya populer mahasiswa masa kini.
Kehadiran ODM pada penutupan MOKAKU bukan sekadar hiburan, melainkan ide untuk menghadirkan ruang ekspresi bersama. Dangdut dikenal sebagai musik inklusif yang mampu merangkul semua kalangan, tanpa memandang latar belakang. Dalam konteks orientasi mahasiswa baru, ini merepresentasikan semangat kebersamaan, keterbukaan, dan integrasi antar fakultas.
Dangdut yang sering diasosiasikan dengan musik rakyat ditransformasi menjadi sajian kampus. Hal ini memberikan kesan bahwa kampus tidak membatasi kreativitas hanya pada musik tertentu, melainkan memberi ruang bagi semua genre untuk berkembang.
Medley yang dibawakan ODM menghadirkan kebaruan melalui penggabungan lagu-lagu yang sedang populer. Seperti halnya pada lagu Hutang dan Poko’e Joged menjadi pengikat antara generasi dengan tren musik yang beredar di media sosial. ODM mengaransemen dengan menyesuaikan tempo dan transisi antar lagu sehingga pertunjukan tetap mengalir tanpa jeda panjang.

Musik dangdut menonjolkan interaksi langsung antara pemain dan penonton. Sore itu, personil ODM tidak hanya tampil di panggung, tetapi juga membangun komunikasi melalui ajakan berjoget bersama. Inilah nilai artistik yang jarang ditemukan pada genre lain. Dangdut bukan hanya soal musik, melainkan soal partisipasi kolektif.
Secara menyeluruh, penampilan Orkes Dangdut Mahasiswa pada hari penutupan MOKAKU UPI 2025 berhasil menghibur seluruh mahasiswa baru dan semua yang turut hadir dan terlibat pada kegiatan tersebut. Saat mahasiswa baru membutuhkan pelepasan ketegangan setelah mengikuti berbagai agenda serius, kehadiran musik dangdut tepat sebagai perayaan sederhana. Begitupun seluruh panitia yang turut terlibat dari mulai persiapan hingga pada pelaksanaanya.
Ribuan mahasiswa baru tidak hanya menjadi penonton pasif, melainkan terlibat aktif dalam berjoget dan bernyanyi. Hal ini memperlihatkan bahwa musik berhasil menciptakan interaksi dua arah. ODM yang merupakan bagian dari HIMAMUSIK menunjukkan bahwa unit kegiatan mahasiswa seni memiliki peran penting dalam memperkaya suasana kampus. Mereka berhasil memperlihatkan sisi artistik sekaligus hiburan.
Berjoged bersama di lapangan Stadion UPI melambangkan bahwa orientasi bukan hanya soal pengenalan akademik, tetapi juga perayaan identitas kolektif sebagai mahasiswa baru. Musik dangdut berhasil menyatukan mahasiswa lintas fakultas. Bagi mahasiswa baru, penampilan ODM bisa menjadi inspirasi bahwa di kampus mereka akan menemukan banyak ruang untuk berkreasi. Seni dan musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana aktualisasi diri dan membangun solidaritas.
Penampilan Orkes Dangdut Mahasiswa pada penutupan MOKAKU UPI 2025 bukan hanya sekadar pertunjukan musik, tetapi juga sebuah simbol dari semangat kebersamaan dan ekspresi diri yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan mahasiswa di kampus. Melalui musik yang sederhana namun bermakna, ODM berhasil menyatukan ribuan mahasiswa baru untuk merayakan pencapaian mereka dalam menjalani orientasi kampus. Semoga acara ini dapat menjadi awal dari lebih banyaknya kolaborasi kreatif antar mahasiswa, serta menjadi pengingat bahwa kampus adalah tempat yang memungkinkan setiap individu untuk berekspresi tanpa batas. Kami berharap penampilan ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mendorong semangat untuk terus berkarya dan menjalin solidaritas sepanjang perjalanan akademik yang akan datang. (Leila A’ida Fitria, Mahasiswa Pendidikan Seni Musik Angkatan 2023)

