Motor Hidrogen karya Mahasiswa Prodi Otomotif FPTI UPI, 80 persen komponennya dirakit dari produk dalam negeri. Foto: RK/KKIPP 2025

Bandung, 12 November 2025 — Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil menciptakan motor hidrogen ramah lingkungan sebagai inovasi kendaraan masa depan yang bebas emisi. Motor ini merupakan hasil karya sepuluh mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) UPI, di bawah bimbingan Dosen Pendidikan Teknik Otomotif, Sriyono, S.Pd., M.Pd., dan Ramdhani, S.Pd., M.Eng.

Motor ini digerakkan oleh energi bersih berbasis fuel cell yang mengubah hidrogen menjadi listrik untuk menggerakkan motor. Dengan efisiensi tinggi, kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 428 kilometer dengan dua liter hidrogen, serta dilengkapi sistem regenerative braking yang mengubah energi pengereman menjadi daya listrik tambahan.

Selain efisien dan ramah lingkungan, motor ini juga dilengkapi teknologi pintar seperti Internet of Things (IoT) monitoring system, sensor kebocoran hidrogen otomatis, GPS tracker, dan fitur keamanan RFID yang dapat mematikan mesin dari jarak jauh. Sebanyak 80 persen komponennya dirakit dari produk dalam negeri, sementara fuel cell diimpor dari Republik Ceko.

Mahasiswa Teknik Otomotif UPI, memperkenalkan motor hidrogen hasil karya timnya dalam acara SENAVOK 2025 di Gedung Balai Pertemuan Umum UPI, Bandung, Rabu (12/11/2025).

“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu berinovasi dalam menciptakan teknologi otomotif berkelanjutan,” ujar Muhammad Zidan, salah satu anggota tim yang bertugas di bidang elektrika.

Motor hidrogen ini dikembangkan sejak awal 2024 dan berhasil lolos pendanaan nasional dalam ajang PLN ICE 2024, menjadikannya salah satu dari dua prototipe motor hidrogen mahasiswa di Indonesia—bersama tim dari ITS.

“Universitas Pendidikan Indonesia dalam mendukung inovasi teknologi mahasiswa di bidang teknologi hijau sangat luar biasa besar, dibuktikan keberhasilan mahasiswa dalam memenangkan lomba inovasi di tingkat nasional (ICE PLN, KMHE) juara 1 kategori sepeda bambu listrik dan kendaraan roda tiga, runner-up sepeda motor FCEV maupun event tingkat internasional (Shell Eco Marathon Asia Pacific and Middle East), juga runner-up kategori prototype hydrogen,” ujar Sriyono, M.Pd., dosen pembimbing tim.

Melalui inovasi ini, UPI menegaskan komitmennya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-7 (Energi Bersih dan Terjangkau) serta poin ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim), dengan mendorong pengembangan kendaraan tanpa emisi yang ramah lingkungan dan siap bersaing di era transportasi hijau masa depan. (RK)