
Bandung, UPI
Pelaksanaan Wisuda Gelombang III Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi momen istimewa bagi Muhammad Fadhly. Mahasiswa Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) UPI Kampus Cibiru angkatan 2022 ini berhasil mengukuhkan dirinya sebagai Wisudawan Terbaik jenjang Sarjana (S1).
Pemuda kelahiran tahun 2004 asal Ciwastra, Bandung, ini merupakan putra dari pasangan pengacara dan guru TK ini mengaku terkejut saat namanya diumumkan sebagai lulusan terbaik. Pasalnya, selama masa perkuliahan, ia merasa tidak terlalu memaksakan diri atau all in secara berlebihan.
“Jujur kaget, karena dalam prosesnya saya merasa tidak terlalu all in ke kuliah. Bagi diri saya, penghargaan ini mungkin menjadi sebuah reward dari UPI selama kuliah, dan pencapaian ini sungguh melampaui target awal saya,” ungkap Fadhly saat ditemui usai prosesi wisuda. Selasa (21/7).
Ketika ditanya mengenai rahasia keberhasilannya meraih predikat terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98, Fadhly membagikan beberapa strategi utama. Menurutnya, menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan para dosen merupakan salah satu kunci penting dalam menjalani kehidupan kampus.
“Triknya, yang pasti kita harus baik ke dosen. Jangan hanya sekadar masuk kuliah dan mengerjakan tugas, tapi harus komunikatif dan aktif ke dosen, serta latihan presentasi dengan baik,” jelasnya.
Selain itu, Fadhly menyoroti pentingnya manajemen waktu yang teratur untuk menjaga konsistensi belajar. Sebagai mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi kampus karena sifatnya yang ‘tidak enakan’, kemampuan mengatur waktu antara belajar, berorganisasi, dan bersosialisasi menjadi tantangan terbesar yang berhasil ia taklukkan.
“Tantangan terbesar saya adalah sifat tidak enakan yang membuat saya banyak mengikuti organisasi. Strateginya kembali lagi ke manajemen waktu yang baik, harus tahu kapan waktunya belajar dan kapan waktunya main,” tambahnya.
Di balik konsistensi dan kerja kerasnya, Fadhly mengungkapkan sosok sang ayah sebagai inspirasi terbesar dalam perjalanan hidupnya. Sebagai anak sulung, ia juga merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan contoh terbaik bagi adik-adiknya.
“Ayah saya adalah sosok pejuang yang sangat hebat, beliau bisa mengatur waktu dengan sangat seimbang antara keluarga dan pekerjaan. Selain itu, motivasi terbesar saya ketika merasa lelah atau stres adalah karena saya anak pertama, jadi harus bisa menjadi contoh bagi adik-adik saya,” tutur Fadhly.
Meskipun seluruh dinamika perkuliahan memberikan kenangan tersendiri, momen kelulusan ini menjadi pengalaman yang paling berkesan baginya, terlebih dengan diraihnya penghargaan sebagai wisudawan terbaik.
Menariknya, usai meraih gelar sarjana, Fadhly tidak perlu menunggu lama untuk melangkah ke dunia profesional karena ia sudah mulai bekerja dan berencana langsung kembali fokus pada kariernya.
Diakhir wawancara, Fadhly memberikan pesan dan motivasi kepada para adik tingkat agar tetap tekun dan menjaga etika dalam menuntut ilmu.
“Pesan saya untuk adik-adik tingkat, pokoknya semangat terus, ikuti saran dari dosen, dan selalu disiplin mengerjakan tugas,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapannya bagi almamater tercinta agar UPI semakin maju dan terus memfasilitasi potensi para mahasiswanya.
“Semoga UPI semakin lebih baik kedepannya, lebih sukses, dan memperbanyak event-event yang dapat mendukung perkembangan mahasiswanya,” pungkasnya. (Leli/Adia)

