Dalam rangka memperluas jejaring kemitraan dan memperkuat kontribusi akademik bagi pembangunan berkelanjutan, Pegasus Institute, yang merupakan salah satu Pusat Keunggulan (Center of Excellence) di Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia (FPEB UPI), resmi bergabung menjadi anggota Indonesia’s SDGs Centre Network (ISCN).

Sebagai Pusat Keunggulan FPEB UPI, Pegasus Institute memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi keilmuan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan. Keanggotaan dalam ISCN ini memperkuat posisi FPEB UPI sebagai fakultas yang proaktif dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat nasional.
ISCN sendiri merupakan jaringan kolaborasi yang dibentuk oleh sejumlah SDGs Centre di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Jaringan ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya percepatan pencapaian SDGs, sekaligus mendorong sinergi lintas sektor dan lintas disiplin ilmu.

Melalui keanggotaan ini, Pegasus Institute serta sivitas akademika UPI akan memiliki kesempatan luas untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas kolaboratif, antara lain pelatihan dan workshop SDGs, riset bersama, pelatihan penyusunan laporan berbasis Global Reporting Initiative (GRI) Standard, workshop terkait pemeringkatan keberlanjutan (sustainability ranking), hingga pengembangan tema-tema khusus yang berkaitan langsung dengan berbagai goals SDGs.
Arvian Triantoro, S.E., M.M., selaku Direktur Pelaksana Pegasus Institute, menyampaikan, “Bergabungnya Pegasus Institute dalam ISCN merupakan wujud komitmen FPEB UPI untuk tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak pencapaian SDGs di Indonesia. Ini sejalan dengan visi UPI untuk menjadi kampus yang berdampak dan mendukung implementasi sustainability campus.”
Lebih lanjut, Arvian memaparkan pengalaman Pegasus Institute yang telah banyak terlibat dalam berbagai kolaborasi strategis terkait SDGs. Antara lain, Pegasus Institute bersama para pakar yang tergabung di dalamnya telah menjadi tenaga ahli bagi pemerintah daerah, seperti Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Muara Enim, dalam penyusunan rencana aksi dan laporan monitoring serta evaluasi SDGs.
Kolaborasi terbaru yang sedang berjalan adalah permintaan dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim yang menggandeng Pegasus Institute sebagai mitra strategis dalam menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) SDGs 2025–2029. Selain itu, Pegasus Institute juga telah mendukung sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam penyusunan Laporan Sustainability, yang turut melibatkan dosen dan peneliti di lingkungan UPI.

Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA, selaku Dekan FPEB UPI, menyampaikan harapannya terkait keanggotaan Pegasus Institute dalam ISCN. “Saya berharap keikutsertaan Pegasus Institute sebagai Pusat Keunggulan FPEB UPI dalam ISCN dapat menjadi langkah strategis untuk memperluas kolaborasi nasional maupun internasional, memperkuat peran sivitas akademika dalam kontribusi nyata terhadap keberlanjutan, serta menghasilkan inovasi-inovasi berdampak yang dapat mendukung tercapainya target SDGs di Indonesia. Ke depan, kami mendorong agar seluruh program di FPEB semakin terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan, sejalan dengan semangat Kampus Berdampak.”
Bergabungnya Pegasus Institute sebagai Pusat Keunggulan FPEB UPI ke dalam ISCN diharapkan akan semakin memperkuat kontribusi FPEB UPI dalam mendukung pencapaian SDGs di Indonesia. Ke depan, FPEB UPI berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program inovatif, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta mendorong terciptanya dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan melalui penguatan peran akademisi.

