Bandung, 9 Juli 2025

Sebanyak 15 guru Kimia dari berbagai SMA di Kota Bandung yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia, mengikuti pelatihan Creative Pedagogy yang diselenggarakan di Smart Classroom FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) atas dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPI. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam merancang pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan tantangan abad ke-21 dalam rangka mewujudkan Program Pengabdian LPPM UPI tentang Pembinaan Guru-guru di MGMP Kimia Kota Bandung untuk Mengembangkan Kemampuan Creative Pedagogy melalui Implementasi Model C-R-E-A-T-E berbasis Deep Learning, Education for Sustainable Development (ESD), dan Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI).

Pelatihan mengusung pembelajaran Model C-R-E-A-T-E yang dikembangkan oleh Dr. Wawan Wahyu, M.Pd. dan terintegrasi dengan pendekatan Deep Learning, pengembangan prinsip Education for Sustainable Development (ESD), serta pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Melalui enam tahapan model—Connecting, Restructuring, Elaborating, Applying, Tasking, dan Evaluating—guru didorong untuk menumbuhkan kreativitas siswa dalam memahami konsep kimia secara mendalam dan kontekstual.

“Dengan C-R-E-A-T-E, guru tidak hanya menjadi fasilitator tetapi juga inovator yang mendorong terciptanya pembelajaran transformatif,” ujar Dr. Wawan Wahyu, M.Pd. dalam sesi pembukaan.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pengalaman hands-on menggunakan AI untuk menyusun Learning Kit atau modul ajar, menganalisis data eksperimen, hingga membuat simulasi virtual melalui platform pendidikan digital. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat memperkuat kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa dalam mata pelajaran kimia, sekaligus menanamkan nilai keberlanjutan melalui ESD.

Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini juga menampilkan demo proyek seperti Pembuatan Susu berbahan Biji Nangka, hasil dari implementasi model C-R-E-A-T-E, serta penggunaan AI dalam evaluasi pembelajaran berbasis Teaching for Creativity Observation Form (TCOF).

“Kami jadi lebih percaya diri menggunakan AI dalam pembelajaran, bukan sebagai pengganti guru, tapi sebagai mitra pembelajaran,” ujar salah satu peserta, Pak Dea Rian Firmansyah dari SMAN 10 Bandung.

Pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal transformasi Creative Pedagogy di Kota Bandung dan menjadi inspirasi bagi guru lain dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.

Pelatihan dipandu langsung oleh narasumber utama, Dr. Wawan Wahyu, M.Pd., pengembang Model C-R-E-A-T-E yang dikenal luas sebagai pendekatan pembelajaran inovatif berbasis proyek yang mampu mendorong kreativitas dan pemikiran kritis peserta didik. Narasumber lainnya adalah: Rikki Mochamad Ramdhani, S.Pd., M.Kom., M.Si., Drs. Ali Kusrijadi, M.Si., dan Drs. Asep Suryatna, M.Si. Sebagai moderator adalah Ibu Rosi Oktiani, M.Pd. yang melibatkan 2 orang mahasiswa S1 Pendidikan Kimia sebagai teknisi, yaitu Salwa Hapsotu Sa’adah dan Muthia Kamila. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan Creative Pedagogy guru kimia dalam menghadirkan pembelajaran yang berorientasi pada keberlanjutan (ESD), mendalam (deep learning), dan relevan dengan perkembangan teknologi digital melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dalam era disrupsi teknologi dan tantangan global seperti perubahan iklim, kurikulum pendidikan dituntut untuk lebih adaptif dan transformatif. Pendidikan kimia sebagai bagian dari ilmu pengetahuan alam memiliki peran strategis dalam menanamkan dan mengembangkan kreativitas sekaligus kesadaran akan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Model pembelajaran C-R-E-A-T-E yang diperkenalkan oleh Dr. Wawan Wahyu, M.Pd. mengintegrasikan enam tahapan penting dalam proses pembelajaran, yaitu: Connecting, Restructuring, Elaborating, Applying, Tasking, dan Evaluating. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif siswa secara holistik, dari pengaitan konsep awal hingga evaluasi hasil pembelajaran berbasis refleksi.

“Pelatihan ini tidak hanya menekankan pada metode mengajar, tetapi juga pada cara berpikir guru yang kreatif dan reflektif dalam menghadirkan pembelajaran yang berdampak,” ujar Dr. Wawan Wahyu, M.Pd. dalam sesi pengantar. Ia juga menekankan bahwa pendidikan abad ke-21 harus mempersiapkan peserta didik untuk mampu mengembangkan kreativitas, berinovasi, bekerja kolaboratif, dan bersikap kritis dalam menghadapi kompleksitas ilmu dan teknologi.

Pelatihan dimulai pukul 08.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh Ketua Pelaksana Kegiatan, yang menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi aktif guru-guru di MGMP Kimia kota Bandung dalam mendorong transformasi pembelajaran. Dalam sesi pleno, Dr. Wawan Wahyu, M.Pd. memaparkan filosofi Model C-R-E-A-T-E dan hasil penelitian implementasinya di berbagai sekolah yang menunjukkan peningkatan signifikan terhadap Indikator Kreativitas Williams seperti fluency, flexibility, originality, elaboration, dan evaluation.

Selanjutnya, peserta diajak mengeksplorasi prinsip Education for Sustainable Development (ESD) sebagai landasan pedagogis yang penting dalam pendidikan kimia. Melalui studi kasus dan pemecahan masalah kontekstual, guru didorong untuk menyusun proyek pembelajaran kontekstual yang menanamkan nilai keberlanjutan, misalnya melalui topik “Sel Volta Ramah Lingkungan” dan “Sintesis Senyawa Kimia Hijau.”

Sesi paling dinanti hadir dalam bentuk workshop pemanfaatan AI dalam pembelajaran Kimia, di mana peserta berinteraksi langsung dengan aplikasi pembelajaran berbasis AI untuk:

  • Mengembangkan Learning Kit atau modul ajar dan berbasis ESD;
  • Menggunakan AI untuk menggali informasi secara mandiri bagi siswa sebagai dasar interpretasi data yang diperoleh melalui tugas proyek secara otomatis;
  • Membuat simulasi Model C-R-E-A-T-E berbasis Deep Learning, ESD, dan Pemanfaatan Teknologi AI;
  • Mengembangkan lembar penilaian pembelajaran berbasis kreativitas menggunakan Teaching for Creativity Observation Form (TCOF) secara praktis.

“Kami sebelumnya merasa teknologi seperti AI hanya untuk bidang komputer, tapi ternyata sangat relevan dengan pembelajaran kimia. Ini benar-benar membuka cara pandang baru,” ungkap Ibu Tiktik Mustika Budhi, guru Kimia dari SMA Negeri 4 Bandung.

Pelatihan ini memberikan dampak langsung bagi guru dalam memahami cara merancang pembelajaran yang menggabungkan kreativitas, literasi teknologi, dan kepekaan ekologis. Para peserta menyusun rencana tindak lanjut berupa rancangan Lesson Plan beserta implementasinya yang mengacu pada model C-R-E-A-T-E dan akan diterapkan di sekolah masing-masing selama semester mendatang.

Pihak MGMP Kimia Kota Bandung menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan komitmennya untuk menjadikan pelatihan serupa sebagai program tahunan. Ketua MGMP Kimia, Bapak Rikki Mochamad Ramdhani, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi jawaban atas tantangan implementasi Kurikulum Merdeka yang lebih menekankan Deep Learning, pengembangan ESD, dan pemanfaatan teknologi AI, khususnya dalam mata pelajaran kimia yang menuntut pembelajaran kreativitas berbasis proyek dan penalaran ilmiah.

LPPM UPI juga menyampaikan kesiapannya untuk mendampingi guru dalam proses diseminasi dan riset tindakan kelas berdasarkan hasil pelatihan. Direncanakan akan dilakukan pemantauan dan pendampingan lanjutan melalui platform online mentoring serta publikasi praktik baik dalam jurnal ilmiah terakreditasi.

Kegiatan pelatihan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kompetensi guru, tetapi juga simbol kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan komunitas guru dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih kreatif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

“Jika guru kreatif, maka murid pun akan belajar dengan cara yang kreatif. Pendidikan tidak hanya soal ilmu, tapi juga tentang memberi daya hidup dalam proses pembelajaran,” tutup Dr. Wawan Wahyu, M.Pd. dalam refleksi akhir pelatihan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan dan publikasi hasil kegiatan, dapat menghubungi Sekretariat Pelatihan Creative Pedagogy melalui alamat email: [email protected].