
Bandung, UPI
Tim dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Wanita Melalui Pelatihan Zero Waste Berbasis Ecological Entrepreneurship untuk Menciptakan Peluang Ekonomi di Kota Bandung”. Kegiatan ini mengusung tema “Merubah Jelantah Menjadi Rupiah” yang bertujuan membantu para perempuan di Kota Bandung memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti lilin aromaterapi, Senin (19/5/2025).
Acara ini dipimpin oleh Prof. Dr. Budi Santoso, M.Si sebagai ketua pelaksana, dengan anggota tim terditi atas Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si., Prof. Dr. Nani Sutarni, M.Si., Dr. Hady Siti Hadijah, M.Si., dan Dr. Purnomo, M.Pd. Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber yaitu Muhammad Hadi Ali Mutamam, M.Pd., yang memandu peserta mulai dari pengetahuan teknis pengolahan jelantah hingga strategi pemasaran produk berbasis kewirausahaan ekologis.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi konkret terhadap isu lingkungan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
“Kami berharap ibu-ibu peserta tidak hanya berhenti sampai pelatihan, tetapi mampu mengembangkan usaha berbasis zero waste ini sebagai bagian dari gerakan ekonomi kreatif ramah lingkungan di Kota Bandung,” ujarnya.
Kegiatan dilaksanakan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Cipta Ujungberung, Senin (19/5/2025). Santi Susilawati, M.Pd., hadir sebagai ketua. Dalam testimoninya, Santi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tim pengabdian. Diungkapkannya,”Kami sangat berterima kasih kepada para dosen yang sudah hadir membawa pelatihan yang bermanfaat ini, di PKBM kami, banyak ibu-ibu yang membutuhkan keterampilan tambahan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.”
Pelatihan zero waste ini, lanjutnya, bukan hanya mengajarkan cara mengolah limbah, tetapi juga membekali mereka dengan ilmu wirausaha ramah lingkungan.
“Harapan saya, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut supaya masyarakat kami semakin mandiri dan kreatif.” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat, penuh semangat, dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari penjelasan materi, praktik membuat lilin aromaterapi, hingga sesi diskusi dan berbagi pengalaman. Banyak peserta yang aktif bertanya, mencatat, bahkan berfoto bersama hasil karya mereka. Tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, kegiatan ini juga memperkuat ikatan sosial antarindividu, membangun jejaring komunitas, dan mendorong tumbuhnya semangat pemberdayaan perempuan di tingkat lokal.
Dokumentasi kegiatan menunjukkan ekspresi para peserta yang bahagia, bangga, dan antusias dengan produk yang mereka hasilkan. Dengan pelatihan ini, diharapkan muncul peluang-peluang baru bagi perempuan di Kota Bandung untuk mengembangkan usaha berbasis zero waste yang ramah lingkungan, sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.





