
Bandung, UPI
Deni Darmawan, periset asal Indonesia yang meraih predikat Gold Winner dari AD Scientific Index (lihat profil: AD Scientific Index – Deni Darmawan), mendapat kehormatan untuk menyampaikan pidato di hadapan delegasi Parlemen Eropa pada 1 Oktober lalu. Kehadiran Deni tidak terlepas dari kolaborasi erat dengan mitra akademiknya dari Prancis, Prof. Elizabeth Gardere.
Keduanya mewakili sinergi produktif antara peneliti Indonesia dan Prancis dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya dalam konteks pembangunan pendidikan global. Hasil riset kolaboratif mereka direkomendasikan untuk dipresentasikan di hadapan delegasi dari berbagai negara Eropa dan dunia, bertempat di Gedung Parlemen Eropa, Strasbourg, Prancis.
Pidato Deni menandai kontribusi penting dalam forum kebijakan yang kredibel, di mana salah satu agenda utama adalah perumusan kebijakan AI untuk mendukung transformasi pendidikan global. Produk riset yang diusung oleh kedua profesor tersebut menjadi referensi strategis bagi para pemangku kebijakan, termasuk dalam penyusunan kerangka etika implementasi AI yang tengah digodok oleh UNESCO.
Kontribusi ini juga selaras dengan tema konferensi internasional dan pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Strasbourg, yakni Communication, Intelligence Artificielle. Acara tersebut diikuti oleh lebih dari 600 peneliti dari berbagai universitas ternama dan negara di berbagai benua.
Dalam forum tersebut, periset Indonesia memperkenalkan inovasi layanan Open Distance Learning berbasis multiplatform teknologi bergerak Android dan AppStore, yang dilengkapi dengan Application Programming Interface (API) untuk membangun interkonektivitas dengan basis data konten berskala besar. Framework AI yang dikembangkan menjadi elemen pembaruan dalam sistem pembelajaran digital.
Untuk mendukung diseminasi produk inovasi ini, PT Instalasi Kecerdasan Buatan (IKB) menyatakan kesiapan mendukung pengembangan dan distribusi teknologi tersebut. Kolaborasi antara dua profesor dari Indonesia dan Prancis ini diharapkan menjadi titik awal perluasan riset lintas negara yang berangkat dari gagasan sederhana demi membangun kualitas pendidikan dan pembanguan berkelanjutan di masa depan. (DD/DN)

