Bandung, UPI

Teknologi digital yang berkembang pesat mengharuskan tiap individu untuk terus meningkatkan kemampuannya, sekaligus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Perubahan ini juga turut berdampak pada dunia jurnalisme. Orang-orang yang berkecimpung di dalamnya mau tidak mau, harus mulai bersahabat dengan teknologi di era digital. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan tersebut terutama bagi para pemula bidang jurnalistik.

Menghadapi hal tersebut, Jurnalis Independen Psikologi (JIP) mengadakan pelatihan untuk anggotanya dengan tema “Satu Langkah Lebih Awal Mengenal Jurnalistik”. Kegiatan dilakukan pada Kamis (27/06/2024) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung. Kang Hawe Setiawan dan Kang Hafidz Azhar menjadi narasumber dalam pelatihan tersebut. Dalam kegiatan ini, anggota JIP diberikan materi seputar jurnalisme, latihan menulis dan mengoreksi berita, serta diskusi bersama.

Dalam pelatihan tersebut, Kang Hawe menekankan optimalisasi sosial media sebagai wadah untuk menyebarkan informasi. Produk digital seperti infografis, foto, dan video dapat digunakan untuk menggambarkan situasi sebuah peristiwa.

Para anggota JIP juga dilatih untuk dapat memisahkan berita maupun opini suatu peristiwa. Berita berisi tentang laporan suatu kejadian, sehingga komposisi fakta yang dipaparkan akan menentukan kualitas dari berita tersebut. Opini berbasis fakta juga dapat diangkat menjadi sebuah artikel yang dapat dipublikasikan.

“Seperti kata filsuf Decrates :Kita berpikir maka kita ada. Kita ada karena kita berpikir. Perlunya berpikir kritis tidak hanya sekedar melihat suatu peristiwa.” Begitulah ungkapan Pak Sardin Wakil Dekan Kemahasiswaan FIP UPI dalam sambutannya yang memberikan motivasi agar anggota JIP dapat lebih maksimal dalam mengembangkan ide penulisan. Menurutnya, Berpikir kritis dapat diasah dengan banyak belajar dari berbagai sumber belajar, banyak jalan-jalan. Perlu adanya continues improvement, penguatan hasil kegiatan, melalui informasi berita.

Selain itu, Antusiasme dapat terlihat dari para anggota JIP yang mendengar dan memahami pematerian yang diberikan. Beberapa pertanyaan diajukan berkaitan dengan jurnalisme, salah satunya tentang kemampuan yang dibutuhkan oleh seorang reporter dan penulis redaksi. Adapun praktik menulis berlangsung dengan seru dan menantang. Para anggota JIP membuat dan mengoreksi judul beserta narasi berita. Narasi tersebut dibacakan satu persatu dengan batas waktu tertentu. “Praktiknya seru dan juga challenging. Kita diminta membuat judul dan narasi berita yang baik dengan batas waktu tertentu, setelah itu dibacakan dan dikoreksi,” ungkap Ruth, salah satu anggota JIP. Sementara itu, Kang Hawe menambahkan, “Saya senang melihat antusias dan perkembangan kemampuan para peserta selama pelatihan ini.”

JIP berharap dapat meningkatkan kualitas tulisan dan kemampuan jurnalistik dari pelatihan ini, sehingga anggota dapat menghasilkan berita yang lebih baik dan akurat di masa depan. Dengan berakhirnya pelatihan ini, JIP optimis dapat terus berkembang sebagai wadah jurnalistik mahasiswa yang kompeten.

Scriptwriter: Hajar, Ruth, Salwa

Dokumentasi: Deshinta

Editor: MIF Baihaqi