Tim Nasional Indonesia. (Dok: PSSI.org)

Bandung, UPI — Menjelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Tim Nasional (Timnas) Indonesia terus mematangkan persiapan menghadapi lawan-lawan tangguh. Guru Besar Kondisi Fisik Olahraga, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Dikdik Zafar Sidik, menegaskan bahwa keberhasilan tim tidak hanya ditentukan oleh taktik dan strategi, tetapi juga oleh kesiapan psikofisiologis para pemain, hal tersebut diungkapkan dalam wawancara eksklusif bersama Elshinta News, Selasa (7/11).

Prof. Dikdik menjelaskan bahwa aklimatisasi terhadap kondisi cuaca di Arab Saudi menjadi faktor penting dalam menjaga performa atlet.

“Aklimatisasi menjadi salah satu kunci keberhasilan performa ketika pemuncakan ingin dicapai oleh setiap atlet,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Dikdik menyoroti pentingnya keseimbangan antara aspek mental dan fisik agar pemain mampu mengelola tekanan kompetisi dengan baik.

“Pikiran bisa memengaruhi fungsi tubuh ketika melakukan aktivitas, begitu juga kondisi fisik dapat memengaruhi aspek psikologis,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam proses pemulihan kebugaran pasca cedera.

“Pemain profesional harus sungguh-sungguh menjaga kualitas kebugaran setelah cedera. Profesionalisme itu di atas segalanya,” tegasnya.

Terkait strategi permainan, Prof. Dikdik menilai bahwa Timnas Indonesia kemungkinan akan memadukan pola umpan pendek dan panjang sesuai dengan kebutuhan pertandingan.

“Strategi umpan pendek atau panjang merupakan bagian dari kerja sama tim dan adaptasi terhadap lawan,” tambahnya.

Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian penting bagi skuad Merah Putih, yang kini diperkuat oleh sejumlah pemain yang berkiprah di liga-liga Eropa. Faktor psikofisiologis diyakini menjadi elemen pembeda yang menentukan konsistensi performa dan peluang Indonesia meraih hasil optimal di ajang internasional tersebut.

Kontributor: Prof. Dr. Dikdik Zafar Sidik