
Bandung, 29 Juli 2025
Sebagai bentuk inisiatif mempererat jejaring akademik dan memperluas perspektif mahasiswa terhadap praktik pendidikan global, Tohoku University, Jepang, bekerjasama dengan Program Studi Pendidikan Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk menggelar kelas kolaboratif internasional yang mengeksplorasi pendidikan masyarakat di Indonesia dalam kerangka perbandingan internasional dan pertukaran perspektif global. Tawaran ini disambut baik oleh Prodi Pendidikan Masyarakat UPI sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik global dan memperkenalkan sistem serta praktik pendidikan masyarakat di Indonesia kepada mahasiswa internasional.
Kelas kolaborasi ini berlangsung mulai dari 5 Juni hingga 26 Juli 2025 dan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom. Kegiatan diadakan setiap hari Kamis dengan beberapa sesi yang dijadwalkan ulang secara fleksibel demi kenyamanan pembelajaran lintas waktu. Sekitar 12 mahasiswa dari Tohoku University ambil bagian dalam program ini, yang berlangsung dengan suasana interaktif dan antusiasme tinggi.
Materi kelas dibimbing oleh dua pengajar dari dua negara dengan perspektif lintas budaya: Dr. Yanti Shantini, M.Pd., dosen dari Departemen Pendidikan Masyarakat UPI, serta Prof. Kiichi Oyasu, dosen dari Tohoku University yang juga merupakan praktisi pendidikan komunitas di Jepang. Kolaborasi antara kedua pengajar ini mempertemukan pendekatan kontekstual Indonesia dengan sudut pandang Jepang mengenai pendidikan nonformal dan pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning), sehingga memperkaya diskusi melalui perspektif global dan perbandingan kebijakan antarnegara.
Selama sesi berlangsung, mahasiswa aktif berdiskusi dan menggali lebih dalam mengenai praktik pendidikan masyarakat, baik dalam konteks kelembagaan, pendekatan berbasis komunitas, maupun tantangan kebijakan. Mahasiswa tidak hanya mengenal struktur sistem pendidikan nasional, tetapi juga mendapatkan pemahaman baru mengenai program pendidikan kesetaraan yang menjangkau masyarakat rentan dan terpinggirkan. Mereka belajar bahwa pendidikan di Indonesia tidak hanya berlangsung di sekolah formal, tetapi juga hidup dalam bentuk kegiatan belajar masyarakat, seperti yang dilakukan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Selain itu, mereka melihat langsung bagaimana konsep pemberdayaan dan pengembangan masyarakat diwujudkan melalui program-program literasi, kecakapan hidup, dan pelibatan komunitas dalam proses belajar.
Kehadiran Prof. Oyasu dalam tujuh pertemuan menambah dimensi penting dalam proses pembelajaran. Beliau tidak hanya memberikan materi dalam bahasa Jepang, tetapi juga membuka diskusi reflektif mengenai konsep community learning center di Jepang serta kemitraan global dari pendekatan lokal. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk melihat bagaimana pendidikan masyarakat diposisikan dalam sistem pendidikan negara maju dan berkembang, serta membandingkan struktur, strategi, dan dampak sosial dari pendekatan yang digunakan.

Dai Matsumoto, Ph.D., Associate Professor dari Tohoku University yang menjadi inisiator program ini, menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan UPI berbagi wawasan tentang pendidikan masyarakat Indonesia. Melalui kegiatan ini mahasiswa dapat mendapatkan pemahaman baru mengenai bagaimana pendidikan dapat dijalankan secara inklusif, fleksibel, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi cerminan komitmen kedua universitas dalam membangun kolaborasi bermakna di bidang pendidikan. Selain membuka ruang dialog akademik lintas negara, kelas kolaboratif ini juga menjadi pijakan awal untuk peluang kerja sama lanjutan, seperti pertukaran pelajar, penelitian bersama, dan pengembangan model pembelajaran komunitas di masa depan. (Yanti Shantini dan Dadang Yunus _Kontributor Penmas FIP)

